Sabtu, 8 Agustus 2026

Jangan Salahkan Pak SBY

JAKARTA, PE – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengingatkan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar agar tidak menyalahkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia yakin, tidak ada kriminalisasi yang dilakukan SBY seperti yang dituduhkan Antasari. Fahri menjelaskan, pembunuhan bos Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, yang dituduhkan kepada Antasari, sudah terbukti secara hukum.

Sejak awal, Antasari disidik kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri di era Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Kemudian, Antasari dituntut oleh kejaksaan yang saat itu Korps Adhyaksa dipimpin Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Antasari kemudian dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Antasari lantas mengajukan banding, kasasi, hingga dua kali peninjauan kembali (PK).

“Artinya pengadilan demi pengadilan mengukuhkan kesalahan Antasari. MA (Mahkamah Agung) bahkan dua kali menolak (PK). Jangan salahkan Pak SBY,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut Fahri, kalau menyalahkan SBY, artinya sama saja ingin mengatakan tidak ada independensi di kepolisian. “Ini Mabes Polri yang (harus) jawab, bukan Pak SBY yang jawab,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra M Syafi’i menyatakan, tidak masalah jika Partai Demokrat melaporkan Antasari ke polisi karena dugaan pencemaran nama baik SBY.

“Itu juga hak dari Pak SBY, hak dari Partai Demokrat,” tegasnya di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2).

Syafi’i menilai langkah yang diambil itu berarti ingin menyakinkan secara hukum bahwa mereka tidak pernah melakukan kriminalisasi.

“Jadi ini biasalah ya saling mengadukan, tapi keputusannya di tangan penyidik soal siapa yang benar,” kata Syafi’i.

Dia menyarankan sebaiknya Antasari dan SBY menyelesaikan persoalan itu dengan cara yang halus. Meskipun dia tidak menyalahkan langkah hukum yang ditempuh Antasari maupun SBY.

“Karena secara hukum kan warga negara ini sama-sama memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan,” pungkasnya.

(Fajar/jpnn/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital