Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Lagi, Jepang Minta Ekspor Tuna Sulteng

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Komoditi tuna segar yang diekspor dari Sulteng telah masuk ke pasar Jepang, sejak dimulainya ekspor tersebut beberapa waktu lalu. Dari evaluasi usai kegiatan ekspor perdana tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Moh. Arif Latjuba menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan utamanya dari sektor hulu.
“Ahamdulillah sudah masuk tuna kita di pasar Jepang, sudah dievaluasi kita punya ikan. Memang ada beberapa yang harus diperbaiki dari pihak kita atau sektor hulu, yakni yang menjadi tugas Dinas Kelautan dan Perikanan,” kata Arif, di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Salah satunya adalah bagaimana pihak DKP bersama eksportir dapat meningkatkan upaya menjaga kualitas kesegaran tuna yang dikirim ke Jepang. Arif menjelaskan, pasar Jepang sangat mengharapkan agar kualitas kesegaran ikan lebih terjaga, tidak mengalami penurunan grade yang mengakibatkan penurunan harga. Jika grade-nya dinilai mengalami penurunan yang signifikan, maka akan berisiko ekspor tuna tersebut ditolak.
“Kalau turun sekali grade-nya maka mereka tidak mau ambil. Nah, kalau tidak diambil ini menjadi tanda tanya, antara mereka tidak ambil dan bilang silakan ulang lagi ekspor dengan grade yang baik, atau malah ditolak dan masuk dalam blacklist. Ini kan harus dijaga semua,” katanya.
Arif menyebut saat ini pihak Jepang kembali meminta untuk kembali dilakukan ekspor dari Sulteng, untuk memenuhi kebutuhan pasar tuna di Jepang yang sedang kosong.
“Mereka minta kita untuk ekspor lagi karena pasar Jepang sekarang sedang kosong untuk tuna,” imbuh Arif.
Namun lanjutnya, permintaan tersebut masih sulit untuk dipenuhi dalam waktu dekat. Hal itu karena saat ini tuna sedang sulit untuk didapatkan di perairan Sulteng. Padahal, kendala connecting flight yang sebelumnya sempat menyebabkan penundaan pengiriman, telah teratasi.
“Ini sementara kita upayakan mudah-mudahan bisa, karena tuna sekarang ini cukup sulit. Orang bilang belum musimnya. Kalau connecting flight sudah ada, kita punya eksportir oke, sekarang tinggal menunggu komoditi,” kata Arif. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital