Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Industria Vaname di Sulteng dan Pelibatan Investor Lokal

(Bagian pertama)

Oleh  Hasanuddin Atjo  (Tenaga ahli Menko Maritim-Investasi)

Kamis, tanggal 22 Oktober 2020  bertempat di Best Western Hotel Palu, berlangsung dialog bertopik pemulihan ekonomi Sulteng akibat dampak pandemi  Covid-19.

Dialog ini difasilitasi Bank Sulteng dan menghadirkan empat orang narasumber yaitu Gubernur Longki Djanggola, Rektor Untad Mahfudz, Ketua OJK, Gamal Abdul Kahar dan enterpreuner, Hasanuddin Atjo.

Terungkap dalam dialog itu bahwa wabah pandemic Covid-19 sangat berdampak bagi ekonomi nasional dan regional Sulawesi Tengah. Di triwulan satu 2020, pertumbuhan ekonomi nasional anjlok menjadi 2,97 persen dibandingkan trwulan satu 2019 sebesar 5,2 persen.

Sulawesi Tengah di periode yang sama turun menjadi 4,91 persen dari 7 persen di triwulan satu 2019.

Di triwulan II ekonomi nasional terperosok lebih dalam lagi menjadi minus 5,32 persen dan Sulawesi Tengah minus 0,06 persen. Data menunjukkan hingga triwulan II 2020, sektor yang tumbuh positif terhadap ekonomi nasional, yaitu sektor pangan (perikanan dan pertanian), telekomunikasi dan informasi, serta pengadaan air.

Sementara itu di Sulteng di periode yang sama hanya ada dua sektor tumbuh positif, industri pengolahan terutama gas dan nikel serta galian dan tambang. Sedangkan sektor lainnya termasuk pangan tumbuh negatif. Pertumbuhan negatif pada sektor pangan sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat yang bekerja di sektor itu, dan ini ditandai dengan nilai tukar petani, NTP yang terus menurun kurang dari 100 persen. Catatan yang ada menujukkan hampir 70 persen masyarakat di Sulteng bekerja di sektor terkait dengan pangan.

Karena itu, kedepan sektor pangan di Sulteng harus menjadi salah satu prioritas dan tumpuan ekonomi dengan harapan (1) mengurangi kemiskinan maupun ketimpangan, yang tinggi; (2) untuk memenuhi permintaan pangan, khususnya ekspor yang cenderung meningkat, meskipun dalam kondisi pandemic seperti ini; dan (3) meningkatkan indeks kapasitas fiskal provinsi dan kabupaten yang tergolong kategori sangat rendah dan rendah.

Udang salah satu komoditas di sub sektor perikanan dan secara global permintaannya terus meningkat. Tercatat devisa dari sektor ini di tahun 2019 hampir separuh dari total devisa perikanan yaitu 1,3 milyar dolar US dengan produksi sekitar 500 ribu ton dan ekspor baru mendekati 130 ribu ton. Sedangkan kemampuan suply dunia diperkirakan hanya sebesar 4 juta ton dari kebutuhan 6 juta ton.

Produksi udang Sulawesi Tengah di tahun 2019 meningkat cukup tajam yaitu menjadi 17.000 ton dari 5.000 di 2015 atau rata-rata 70 persen per tahun. Peningkatan produksi ini lebih disebabkan oleh revitalisasi tambak tradisional dan pembukaan lahan baru oleh sejumlah investor yang didominasi dari luar Sulawesi Tengah.

Dalam RPJMN 2019-2024 udang termasuk salah satu komoditas yang diprioritaskan didorong untuk ditingkatkan produksi dan nilainya. Tidak tanggung-tanggung sebesar 250 persen yaitu dari 500 ribu ton menjadi 1.290 ribu ton di 2024. Selanjutnya devisa subsektor ini diharapkan meningkat dari sekitar 3,5. milyar menjadi sekitar 8,5 milyar dolar US, di tahun 2024.

Sulawesi Tengah yang memiliki potensi areal sebesar 60.000 ha dan terletak pada empat cluster yaitu selat Makassar, teluk Tomini, teluk Tolo dan laut Sulawesi sangat terbuka menjadi salah satu sentra udang nasional. Tingkat kesesuaian lahan yang tinggi menyebabkan daerah ini menjadi magnet yang kuat bagi investor luar.

Bila laju pertumbuhan produksi udang Sulteng sebesar 70 persen per tahun, maka paling tidak di akhir tahun 2025, ada udang dari daerah ini sebesar 60.000 ton. Ini akan berdampak terhadap lahirnya sejumlah investasi di sektor hulu seperti perbenihan, jasa sarana dan prasarana lainnya serta di sektor hilir untuk investasi pabrik es dan industri pengolahan, cold storedge.

Sejumlah catatan dalam dialog itu dan perlu mendapat perhatian antara lain adakah ketersediaan infrastruktur dasar terutama listrik, “keberanian” investor lokal untuk

berinvestasi di industri udang , dan tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perbankan sudah lebih berani membiayai industri ini yang sementara ini terkesan sebagai usaha yang “high risk”. Namun sesungguhnya usaha ini adalah usaha yang “high Calculate” meski dengan tingkat kesulitan yang agak tinggi.

Penguasaan teknologi budidaya , pasar terbuka luas dan harga tinggi serta stabil menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang punya “nyali”. Kita berharap perbankan di Sulteng akan melirik peluang ini untuk memfasilitasi para investor lokal agar terlibat lebih dominan dalam industri Vaname.

Artikel ini akan dilanjutkan pada kesempatan lain dengan topik Lending Model Pembiayaan industri udang vaname di Sulawesi Tengah. SEMOGA.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam