Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

PIK- R, Wadah Edukasi Bahaya Pernikahan Dini

Maria Ernawati. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU- Persentase jumlah pernikahan dini atau dibawah usia 20 tahun di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terbilang tinggi. Bahkan, menempati urutan 5 secara nasional setelah Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Provinsi Sulteng, Maria Ernawati menyebut, ada tiga persoalan utama yang menyebabkan pernikahan anak di Sulteng masih tinggi.

Pertama karena faktor ekonomi, pemahaman kurang, khususnya mengenai perencanaan reproduksi yang sehat, serta pergaulan bebas atau seks bebas yang mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah.

Menurutnya, dari sisi ilmu kesehatan, pernikahan anak sangat berbahaya untuk dilakukan karena sangat beresiko memicu kanker serviks. Lantaran perempuan usia di bawah 20 tahun, masih memiliki mulut rahim terbuka keluar.

“Ini yang harus kita pahami bersama. Selain belum matang, umur 20 tahun ke bawah itu beresiko terhadap kanker serviks,” terangnya.

Sebagai upaya untuk menekan angka tersebut, BkkbN terangnya sejauh ini terus melakukan edukasi dan mengingatkan terkait pendewasaan usia perkawinan.

BkkbN memiliki belbagai kebijakan dan program yang terus diupayakan. Salah satunya, membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), di seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, dan PIK Mahasiswa di kampus.

Remaja dalam wadah ini digerakkan untuk menjalankan program Generasi Berencana (GenRe) di Sulteng.

“Sebenarnya, selain pemerintah yang melakukan edukasi melalui program-program yang ada. Pemberian pemahanan tersebut memerlukan peran dari orangtua sebagai ‘ring satu’ dalam pendidikan keluarga,” pungkasnya.

Untuk diketahui pula, tingkat pernikahan anak tertinggi di Sulteng berada di Kabupaten Buol, Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai. Sedangkan daerah dengan angka pernikahan anak terendah di Sulteng adalah Kota Palu. (*/mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital