Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Pendapatan Kota Palu Turun, Sektor Pajak Daerah Meningkat


PALU EKSPRES, PALU– Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021 defisit sebesar Rp 63,3 miliar lebih. Sesuai pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Palu, pagu anggaran pendapatan dalam RAPBD tahun 2021 disepakati hanya sebesar Rp1,2 triliun lebih. Sedangkan pagu anggaran pendapatan dalam APBD tahun 2020 sebesar Rp1,3 triliun lebih. Sehingga terjadi defisit Rp 63,3 miliar lebih.

Defisit nilai RAPBD ini dijelaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Palu dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Selasa (17/11/2020) di ruang rapat gabungan DPRD Palu. “Ada penurunan pendapatan daerah dan pendapatan asli daerah,” kata Sekkot.

Selain itu kata Sekkot, sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali mengajukan anggarannya setelah TAPD menetapkan nilai pagunya. “Nilai yang diajukan OPD itu mencapai Rp1,6 triliun lebih,” kata Sekkot. Secara umum Sekkot mengatakan, meski pendapatan daerah menurun, namun terjadi kenaikan dari sektor pajak daerah. Yaitu sebesar kurang lebih Rp3,8 miliar.

“Ini memang perlu dirasionalisasi kembali. Memperhatikan kembali alokasi anggaran prioritas dan mendesak dan tidak bisa ditunda. Ini sudah pernah disampaikan ke OPD,” ujarnya.

Pembahasan RAPBD 2021 lanjut Sekkot, perlu juga mengakomodir pokok pikiran (Pokir) DPRD. Karena jika tidak, pasti masyarakat akan mempertanyakan hal tersebut. “Paling tidak, Pokir ini ada yang harus terakomodir meski tidak 100 persen. Mengingat adanya penurunan anggaran pendapatan,” paparnya.

Selanjutnya amanat Permendagri, kata Sekkot, Pemda diminta memfokuskan anggaran pada 3 hal. Yaitu, penanganan kesehatan, UMKM dan jaring pengaman sosial. “Jika melihat nilai RAPBD 2021 yang minus Rp63,3 miliar lebih ini, maka kita harus kerja berat ditingkat OPD. Untuk itu kami butuh masukan dan saran dari DPRD terkait hal ini,” kata Sekkot. Anggota Banggar, Ridwan Basatu mengatakan, permasalahan RAPBD adalah angka defisit cukup tinggi. Karena itu menurutnya, memang harus dilakukan rasionalisasi anggaran tahun 2021.

Dalam kesempatan itu, Ridwan menyebut pembahasan RAPBD harus dihadiri seluruh pimpinan OPD. Agar rincian anggaran lebih jelas. “Kita pegang dokumen yang hanya sebatas mencantumkan pendapatan. Belum ada rincian belanja. Sehingga nantinya Banggar akan sepakati sistem penginputan anggaran ini,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital