Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Perkadis Bangga Kencana Sulteng Ditugasi Kawal Gerakan Terpadu Patujua

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dalam launching program Patujua dan pengukuhan Perkadis Bangga Kencana, Kamis 19 November 2020 di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU-Perkumpulan Kepala Dinas (Perkadis) pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ditugasi mengawal program Patujua masing-masing daerah.

Perkadis adalah organisasi beranggotakan seluruh kepala dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) kabupaten kota se Sulteng yang dikukuhkan Gubernur, Kamis 19 November 2020.

Sedangkan Patujua adalah program gerakan tepadu lintas sektor dalam upaya menekan laju pernikahan dini yang digagas Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Sulteng.

“Sebagai pengelola Bangga Kencana di Sulteng, saya juga tugaskan Perkadis ini mengawal Patujua di kabupaten/kota agar tujuan kita menurunkan angka perkawinan anak bisa cepat terealisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulteng,”kata Longki, usai meluncurkan program Patujua dan pengukuhan Perkadis, Kamis 19 November 2020 di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng.

Saat ini menurutnya, Sulteng adalah daerah dengan angka Pernikahan anak yang tinggi di Indonesia. Secara nasional menempati urutan ke 5 tertinggi.

Data statistik menunjukkan, bahwa 48,9persen pernikahan di Sulteng melibatkan, wanita dibawa usia 20 tahun. Selain itu 32persen wanita di Sulteng kawin dibawah usia 18 Tahun.

Kondisi ini ujarnya memprihatinkan karena berdampak negatif multidimensional. Yakni kesehatan ibu, bayi dan anak. Serta kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.

Sementara dari segi kesehatan ibu, bayi dan anak, pernikahan dini bisa mengakibatkan stunting.

“Selain itu kematian ibu dan bayi dapat menjadi konsekuensi pernikahan dini,”paparnya

Peluncuran program Patujua tambah Longki, nantinya akan mengintegrasikan lintas sektor. Patujua diadopsi dari bahasa Kaili yang artinya menuju tujuan bersama.

Patujua merupakan program tepadu yang dilaksanakan OPS terkait, LSM,LSOM, dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dalam percepatan penurunan pernikahan di di Sulteng.

“Program ini dipelopori BKKKBN Perwakilan Sulteng,”demikian Longki. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital