Jumat, 28 Agustus 2026
Daerah  

Selain Membunuh, Kelompok MIT Poso Juga Menjarah Beras Korban

Danrem 132 Tadulako, Farid Makruf bersama Kapolda Sulteng, Abdul Rakhman Baso memberi keterangan pers terkait insiden pembunuhan di Kabupaten Sigi, Minggu 29 November 2020 di Rujab Kapolda Sulteng. Foto: Hamdi Anwar

PALU EKSPRES, PALU- Kapolda Sulteng Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso merinci sejumlah kronologis insiden pembunuhan warga yang diduga dilakukan kelompok sipil bersenjata jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Dusun Lenowo, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Jumat (27/11/2020).
Menurutnya, sebelum mengeksekusi mati 4 warga, kelompok yang dipimpin Ali Kalora terlebih dulu menjarah beras di rumah korban sebanyak 40 Kg.
Kelompok yang ditengarai berjumlah 8 orang ini masuk melalui pintu belakang sekitar pukul 09.00WITA. Setelah berhasil mengambil beras, para pelaku langsung mengeksekusi korban dengan sadis.
“Warga ini didatangi 8 OTK, masuk lewat belakan lalu mengambil beras 40 kg. Setelah itu langsung menganiaya tanpa tanya menggunakan senjata tajam,” kata Kapolda dalam keterangan persnya, Minggu ( 29/11/2020) di rumah jabatannya di Palu.
Usai mengeksekusi, para pelaku kemudian membakar 6 rumah warga sekitar. 4 rumah di antaranya ludes terbakar. Sedang 2 lainnya hanya terbakar di bagian dapur.
Namun Kapolda kembali mengklarifikasi bahwa tak ada gereja yang di kompleks permukiman warga. Yang ada kata dia hanya sebatas rumah ibadah yang biasa digunakan warga.
“Saya luruskan tidak ada gereja. Yang ada hanya rumah untuk pelayanan umat. Ini tidak setiap hari digunakan hanya bersifat tentatif. Dan saya tegaskan tidak sesuai dengan adanya video yang beredar tentang pembakaran gereja,” jelasnya.
Sementara untuk memastikan pelaku adalah kelompok MIT, Kapolda menyebut, bahwa sesuai hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi korban setelah dibunuh sama seperti korban-korban sebelumnya yang pernah dilakukan kelompok ini.
“Saksi hidup yang menyatakan. Lalu kita kroscek dengan foto anggota DPO MIT. Warga membenarkan hal itu. Jadi Pelakunya adalah kelompok teroris MIT yang selama ini kita kejar dalam operasi Tinombala,” tegas Kapolda.
Dia menambahkan, empat warga yang menjadi korban kebiadaban kelompok ini masing-masing bernama, Yasa, Pino, Naka dan Pedi. Empat warga ini menurutnya tidak semua adalah keluarga langsung.
“1 keluarga tapi hanya dua yang keluarga langsung,” ujarnya.
Kapolda menambahkan, Dusun ST Lenowo merupakan lokasi yang sulit diakses. Di pemukiman ini hanya terdapat 50 unit rumah. Namun hanya sekitar 9 Kepala Keluarga (KK) yang menetap tinggal di sana.
“Ada beberapa suku yang tinggal. Ada muslim, ada juga non muslim. Toleransi di sana terjaga cukup baik,”katanya.
Untuk menjamin keamana warga, saat ini pihaknya kata Kapolda, telah menambah jumlah pasukan untuk berjaga dari personil Satgas Tinombala agar warga setempat bisa tetap bertahan menjalani aktivitas. Termasuk melakukan trauma healing bagi warga.
“Trauma healing salahsatunya dengan menempatkan petugas di sana agar masyarakat bisa kembali tenang beraktivitas,”terangnya.
Namun, ia menyatakan saat ini kekuatan kelompok sudah melemah dan sudah dalam posisi terdesak karena pergerakan personil Satuan Tugas (Satgas) Tinombala di titik persembunyian kelompok ini berhasil membuat mereka tersudut. Pihaknya pun telah mengindentifikasi jumlah anggota kelompok MIT dan persenjataannya.
“Pada 17 November silam, kita berhasil melumpuhkan 2 orang. Berarti saat ini mereka tinggal 11 orang,” ungkap Kapolda.
Pihaknya pun telah mengindentifikasi kekuatan persenjataan yang dimiliki kelompok ini. Menurutnya hanya tersisa 2 pucuk senjata. Yaitu 1 pucuk senjata Laras panjang jenis M16 dan sebuah pistol.
“Sesuai hasil lidik kita, 1 pucuk senjata panjang M16 dan 1 pucuk pisitol. Itu untuk informasi kekuatannya yang kita update hingga saat ini,”ujarnya.
Kapolda mengatakan, gerakan aparat keamanan di lokasi persembunyian berhasil mendesak anggota jaringan ini hingga pecah. Dari situasi inilah mengapa kemudian ada yang bergerak hingga ke Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Kemunculan anggota MIT di sejumlah tempat diduga mendatangi sanak keluarga.
“Mereka-mereka ini yang didatangi ada sebagian yang karena keluarga. Dan kemungkinan mereka ini sesuai prediksi kita mungkin mencari sasaran untuk amaliah di Kota Palu ini. Sehingga kita melakukan pengejaran,” ucapnya.
“Ya prediksi kita mungkin mereka sampai ke Parigi Moutong sana. Ya mungkin terdesak di atas. Kemungkinan cari daerah baru di gunung Tinombala sana, bisa juga seperti itu. Nah kita antisipasi itu,” sambungnya.
Ditanya soal kemunculan Ali Kalora dalam aksi pembunuhan di Kabupaten Sigi, Jumat 27 November 2020, Kapolda membenarkan.
“Saksi hidup melihat langsung penganiayaan tersebut karena kita konfirmasi dengan foto-foto kepada saksi,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global