Jumat, 14 Agustus 2026
Opini  

Setelah Debat Itu

Tasrif Siara. Foto: Antara

Oleh Tasrif Siara

Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Bupati, Wali kota  juga  calon Gubernur dan wakilnya di Provinsi Sulawesi Tengah telah usai. Namun setelah debat itu berlalu, adakah lesson learn yang bisa dipetik di sana untuk memperbaiki kualitas  debat dan kualitas demokrasi kita ?

Sebagai moderator yang terlibat langsung memandu debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara selama tiga putaran debat, juga setelah menonton debat publik melalui televisi diberbagai kabupaten  dan provinsi di Sulteng,  merasakan benar, dinamika debat tak semata ditentukan oleh pasangan calon yang terlibat dalam debat, tapi juga lebih ditentukan oleh banyak faktor.

Faktor pertama, materi pertanyaan: Setelah debat itu berlalu, kita rasakan – mungkin hanya saya yang merasakan – adanya pertanyaan yang menjebak pasangan calon, baik pertanyaan yang dirumuskan oleh tim perumus dari perguruan tinggi, maupun pertanyaan yang lahir dari pasangan calon itu sendiri. Orang sering berseloroh, pertanyaan yang cerdas akan melahirkan jawaban yang cerdas, sebaliknya pertanyaan yang membingungkan akan melahirkan jawaban yang membingungkan.

Tim perumus pertanyaan, kadang juga disebut tim pakar, dalam merumuskan pertanyaan mestinya tak lagi menempatkan diri seperti sedang bertanya kepada mahasiswa ketika ujian seminar hasil. Pertanyaan seharusnya mewakili kepentingan publik di suatu kabupaten, kota atau provinsi.  Untuk itu sangat dibutuhkan adanya kepekaan dalam menangkap realitas denyut publik dilapis akar rumput. Dari sana jawaban seorang Paslon bupati atau wali kota dan gubernur akan dinilai publik, apakah memahami realitas masalah itu, dan apakah memiliki keberpihakan untuk proses penyelesaiannya: jika terpilih.

Dalam debat yang telah berlalu itu,  nyaris semua pertanyaan bersumber dari data statistik (BPS). Data BPS penting, tapi kondisi faktual lapangan juga tak kalah pentingnya untuk dieksplorasi. Pelibatan tim pakar pada semua debat publik  diasumsikan mereka memiliki segudang data empirik, dari hasil riset maupun hasil pengabdian di masyarakat. Dari asumsi seperti itu,  akan lahir sejumlah  pertanyaan yang bersumber dari realitas masalah lapangan yang jawabannya dinantikan publik. Dari sana  pula akan dinilai,kandidat bupati,  wali kota dan gubernur mana yang jawaban  mewakili dahaga  aspirasi calon pemilih. Ini juga bagian dari pendidikan demokrasi. Tapi apakah seperti itu realitasnya ? Itu urusan KPU yang menilai.

Apapun kondisinya, tim perumus pertanyaan (Tim Pakar) dan moderator harus duduk bersama merumuskan rundown yang dinamis, juga saling berkontribusi dalam merumuskan pertanyaan sesuai peruntukan dan kewenangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur dan Wakil Gubernur.Dalam debat kemarin, ada pertanyaan yang isinya tak sesuai dengan kewenangan Wakil Bupati, Wakil Wali kota dan Wakil Gubernur, tapi tetap ditanyakan.

Faktor kedua, rundown debat: Jika diperhatikan, rundown debat pasangan calon kepala daerah itu, nyaris sama antara debat pertama, kedua dan ketiga. Implikasnya, debat berlangsung secara monoton dan membosankan. Debat publik itu setara dengan talk show di televisi,  rakyat pemilih perlu disuguhi “pertunjukan” yang menarik agar melahirkan efek “euforia” publik untuk berpartisipasi dalam pemilihan 9 Desember 2020.

Faktor ketiga, durasi debat antar segmen: Dalam Peraturan KPU yang mengatur soal debat, durasi debat ditetapkan 90 menit, rata-rata berlangsung dalam enam segmen. Durasi ini di luar acara pembukaan.  Jika calonnya hanya dua atau tiga, durasi 90 menit itu sudah sangat longgar untuk mengeksplorasi gagasan dan pikiran para Paslon.

Kontrak antara KPU dengan pihak televisi itu umumnya 120 menit, jika mereka diberi rundown debat dengan durasi  per segmen yang pendek, mereka pasti  suka, itu artinya penghematan, tapi merugikan buat Paslon bupati, wali kota dan gubernur karena  terbatasnya ruang dan waktu mengurai gagasan. Dalam debat publik yang telah berlalu itu, ada pertanyaan yang panjang dan sarat data, pasti  membutuhkan penjelasan panjang pula,  namun durasi yang diberi untuk menjawabnya hanya satu menit.

Dari tiga faktor yang diurai itu, maka resume untuk disarankan kepada KPU Provinsi, kota dan Kabupaten adalah, satu;  mestinya tim perumus pertanyaan tak boleh hanya satu pemangku kepentingan, seperti perguruan tinggi, beri juga ruang buat pemangku lainnya, seperti  tokoh publik, pengacara, NGO, jurnalis yang independen. Pelibatan multi pemangku kepentingan itu akan memberi efek dinamika debat  dan dinamika  demokrasi akan  makin berkualitas.  

Resume kedua adalah, untuk mengantisipasi pasangan calon lebih dari empat, disarankan agar segmendebat cukup  lima kali, tak perlu enam kali. Durasi debat tetap 90 menit. Debat publik dengan lima segmen  akan memberi ruang dan waktu cukup kepada setiap pasangan calon untuk mengeksplorasi gagasan dan mimpi-mimpi besar mereka  dalam memajukan daerahnya.

Resume terakhir adalah, moderator debat  mestinya diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi pertanyaan. Ini untuk mengantisipasi adanya pasangan calon yang tak habis memanfaatkan waktu dalam menjawab pertanyaan. Jika seperti itu kejadiannya, mestinya moderator bisa memberi pertanyaan susulan namun tak keluar dari konteks utama pertanyaan.Moderator  jangan hanya diberi tugas membaca pertanyaan, kemudian mengatakan kepada paslon, “waktu anda habis”.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius