Jumat, 14 Agustus 2026
Opini  

Matinya Demokrasi

Oleh: Tasrif Siara

How Democracies Die. Begitu judul buku Steven Levitsky danDaniel Ziblatt. Diterjemahkan menjadi: Bagaimana Demokrasi Mati. Buku ini pernah membuat meriang  sejumlah petinggi negeri karena Anies Baswedan memosting fotonya di media sosial sedang membaca buku ini. Entah kenapa, padahal buku ini tak menyinggung tentang Indonesia.

Buku ini sesungguhnya adalah potret makro berdemokrasi di berapa negara, seperti Amerika Latin, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia. Levitsky dan kawannya Ziblatt menyimpulkan, praktek  berdemokrasi di sejumlah negara yang di riset itu, sejumlah kepala negara di pilih secara demokratis, namun dalam praktek pemerintahannya menjadi anti demokrasi, bahkan cenderung menarik sumbu demokrasi hingga padam dan gelap.

Levitsky dan Ziblatt mencontohkan, di Amerika Serikat, untuk pertama kali dalam sejarah,  seseorang tanpa pengalaman sebagai pejabat publik, tanpa banyak komitmen terhadap hak-hak konstitusional, dan dengan kecenderungan  otoriter yang jelas, dipilih menjadi presiden. Levitsky dan Ziblatt tak menyebut jika itu adalah Donald Trump dalam bukunya. Namun contoh yang dipaparkan Levitsky dan Ziblatt ini mendapat pembenaran ketika massa pendukung Donald Trump kamis kemarin merangsek masuk ke US Capitol meminta Kongres membatalkan sidang sertifikasi suara Electoral  College  yang menetapkan Jo Biden pemenang Pilpres US. 

Levitsky dan Ziblatt memaparkanselama akhir perang dingin di sejumlah negara Amerika Latin, demokrasi  mati di tangan orang-orang yang bersenjata melalui kudeta, tapi kini demokrasi itu  justru mati bukan ditangan pemilik bedil, tapi ditangan orang-orang yang terpilih melalui Pemilu.  Digambarkan dalam narasi Levitsky dan Ziblatt, “ yang lebih sering adalah demokrasi tergerus pelan-pelan, dalam langkah-langkah yang nyaris tak kasat mata”.

Demikian halnya di negara Venezuela, sebelum terpilih sebagai presiden,  Hugo Rafael Chavez Frias populer dengan Hugo Chavez melancarkan kritik atas praktek pemerintahan yang korup dan tak demokratis oleh Presidente de Venezuela Rafael Caldera Rodriguez. Chavez menjanjikan akan membangun demokrasi yang lebih “otentik”. Ia juga menjanjikan kekayaan negara dari minyak  akan digunakan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat miskin. 

Dengan memanfaatkan kemarahan rakyat pada partai politik yang tak pro rakyat,  tahun 1998 Hugo Chavez terpilih sebagai Presiden Venezuela. Malam sebelum pemilihan, seorang pemilih perempuan dari negara bagian asal Chaves berujar, “ Demokrasi terinfeksi. Dan Chavez  satu-satunya antibiotik yang kami punya”.

Di awal pemerintahannya,  Hugo Chavez benar adalah antibiotik  yang mampu menyembuhkan infeksi demokrasi yang menggerogoti pemerintahan di Venezuela. Tahun 1999 Chavez menyelenggarakan Pemilu  demokratis untuk Dewan Konstituante, hasilnya kemenangan buat para chavista, sebutan untuk sekutu Hugo Chavez. Namun tahun 2003, Ia menghambat oposisi yang mengusulkan referendum yang mengusulkan pengunduran diri Chavez. Tahun 2004 Chavez membuat daftar hitam berisi nama-nama pengusung referendum untuk dihabisi. 

Pada tahun 2006 ia kembali terpilih sebagai presiden melalui Pemilu. Chaves memanfaatkan momentum naiknya harga minyak dunia. Dengan begitu ia bebas membuat rencana kerja yang populis  dan karitatif untuk rakyat miskin. Dan rakyat kebanyakan makin menyukainya.  Sebuah survei yang diadakan tahun 2011 oleh lembaga Latinobarometro , membuktikan, 51 % rakyat Venezuela menilai, pemerintahan Hugo Chaves sangat demokratis. 

Hugo Chavez akhirnya tergiur untuk terus memperpanjang masa jabatan presiden tanpa batas. Disisi yang lain rezim chavista  mulai menghabisi lawan-lawan politiknya. Pasca pemilu presiden 2006, Chaves menutup salah satu stasiun televisi terbesar di Venezuela. Ia menangkap dan mengasingkan politisi oposisi, hakim dan tokoh pers dengan tuduhan yang tak jelas.  

Kekuasaan Hugo Chavez makin menguat, Tahun 2012, ia kembali terpilih sebagai presiden melalui pemilu yang bebas tapi curang. Para chavista yang berdiri di ring satu mulai mengendalikan pemberitaan media cetak dan elektronik. Opini publik dikendalikan oleh para chavista untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan . Praktek kekuasaan  yang menindas itu ada batasnya, 5 maret 2013 dalam usia 58 tahun, Hugo Chaves mengakhiri masa jabatan dan masa hidupnya karena kanker yang menggerogoti tubuhnya. 

Riset Levitsky dan Ziblatt menemukansejak akhir perang dingin, sebagian besar kehancuran demokrasi  bukan disebabkan oleh para jenderal dan serdadu, melainkan pemerintahan hasil pemilu, seperti  Hugo Chaves dan para pemimpin terpilih yangtelah membajak lembaga-lembaga demokrasi di Georgia, Hungaria, Nigaragua, Peru, Filipina, Polandia, Rusia, Srilangka, Turki dan Ukrania. Kemunduran demokrasi hari ini dimulai di kotak suara. Begitu tulis Levitsky dan Ziblatt dalam bukunya How Democracies Die. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius