Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palu Akan Monitoring Arsip di Semua OPD

KETERANGAN PERS - Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Palu, Fresli Tampubolon dan sekretaris, Akram dalam sosilisasi pembinaan arsip daerah, Selasa 23 Februari 2021 di Kantor Wali Kota Palu. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Palu berencana memonitoring seluruh arsip daerah di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Palu. Rencana ini dikemukakan Kepala DKP Palu, Fresli Tampubolon dalam rapat koordinasi pembinaan kearsipan, Selasa 23 Februari 2021 di ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu. Menurut Fresli, monitoring ini dilakukan untuk rencana program pembinaan kearsipan daerah yang akan dilaksanakan kemudian.

“Kalau inspektorat monitoring terkait keuangan, kalau kita dari sisi kearsipannya,” kata Fresli.

Terkait monitoring, Fresli menyebut akan ada format untuk kepentingan penilaian tata kelola arsip di OPD. Dari hasil penilaian dilanjutkan pada pemberian poin dan kategori. Yang mendapat poin 40 sama dengan kategori kurang baik dalam penatakelolaan. Poin 60 kategori cukup, poin 80 kategori baik dan 80 keatas kategori sangat baik.

“Ada kewenangan lembaga kearsipan daerah untuk memberi poin,” ujarnya.

Fresli menjelaskan, program pembinaan kearsipan yang rencananya dilaksanakan bertujuan memberi tindakan terhadap arsip-arsip daerah disemua OPD. Apakah nantinya dilakukan penghapusan atau akuisisi.

“Penghapusan dan akuisisi itu masing-masing dilakukan dengan ketentuan yang berlaku,”tandasnya. Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Palu, H Asri mengatakan, pemerintah sangat mendukung kegiatan menyangkut penyelenggaraan administrasi kantor. Hal tersebut sebagai upaya penyelamatan arsip, dokumen, arsip kegiatan atau peristiwa yang sangat komplek dan meliputi aspek kehidupan.
Karena itu penyimpanan arsip kata Asri, harusnya menggunakan satu sistem tertentu yang memungkinkan dapat dipergunakan. Serta usaha untuk melindungi arsip menjadi tanggung jawab masing-masing organisasi pencipta arsip. “Sementara arsip yang bersifat statis menjadi tanggung jawab dan wewenang Arsip Nasional Republik Indonesia,” demikian Asri. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital