Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Diduga Korban Malapraktik, Pasien Akan Gugat RS Mokopido Tolitoli

RS Mokopido Tolitoli. Foto: Ramlan/PE

PALU EKSPRES, TOLITOLI –  Seorang pasien bernama H.  Hamzah, warga Kabupaten Tolitoli akan menggugat pihak Rumah Sakit Mokopido Kabupaten Tolitoli karena merasa jadi korban malapraktik dari rumah sakit tersebut.

” Karena mata saya menjadi buta sebelah sehingga saya mau menggugat, ada 11 orang pengacara yang siap mendapingi saya untuk gugat Rumah Sakit Mokopido,” kata Hamza kepada wartawan, Rabu (24/02/2021).

Ia mengaku mengalami kebutaan permanen pada mata sebelah kiri sewaktu dilakukan penanganan medis di rumah sakit milik Pemda itu akhir Desember silam karena disebut terpapar Covid 19.

” Sebelumnya, saya melakukan pemeriksaan karena cemas jangan sampai terpapar Corona, tiba-tiba saya langsung diisolasi, anehnya setelah keluar dari rumah sakit itu mata saya menjadi buta permanen sebelah kiri,” cerita Hamzah menyesalkan.

Hamzah mengatakan kalau tindakan medis beberapa waktu lalu terhadap dirinya diduga terjadi lantaran tindakan malapraktik. Sebab,  sebelum dirawat di rumah sakit itu kedua matanya masih bisa melihat dengan sempurna.

” Saya masuk rumah sakit sehat-sehat pak, tidak sakit hanya penciuman saya bermasalah, makanya saya beranikan diri memeriksakan kesehatan saya. Tiba-tiba saya ditahan dinyatakan Corona dan langsung diisolasi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku cukup terkejut atas penetapan dirinya sebagai pasien Covid-19. Sebab menurutnya,  sekitar tiga hari masuk rumah sakit langsung dinyatakan Covid-19.

” Sepengetahuan saya, biasanya nanti ada hasil uji Lab dari Palu, baru betul-betul dinyatakan positif Corona. Tapi ini baru tiga  hari sudah dinyatakan positif,” tuturnya.

Hamzah mengaku, hari ketiga ditangani sebagai pasien Corona, ia mendapatkan perlakuan dari perawat yang mengakibatkan salah satu matanya mengalami kebutaan.

” Saya yakin mata saya mengalami kebutaan akibat terkena oksigen terlalu lama. Sebab keesokan paginya karena terus berair saya lap pake tisu, ternyata yang keluar bukan air, tapi darah,” akunya lagi.

Terkait perihal permintaannya agar dibantu dengan oksigen, Hamzah menuturkan, hal itu berawal dari ketika ia disarankan mengkonsumsi tiga buah kapsul berdosis 1000 mg oleh perawat. Setelah beberapa saat setelah mengkonsumsi obat yang menurut perawat adalah vitamin tersebut, ia langsung pingsan.

” Sebelum saya minum, saya tanyakan dulu ke perawatnya, kenapa dosisnya tinggi sekali? Apakah tidak apa-apa?. Perawatnya bilang, tidak apa -apa, dikunyah saja, itu hanya vitamin katanya. Setelah saya konsumsi dua kali saya pingsan,” ujar Hamzah menceritakan.

Akibat dari pengaruh obat itulah kemudian Hamzah mengaku meminta pihak rumah sakit agar dipasangi oksigen untuk menjaga jangan sampai ia pingsan lagi.

” Awalnya saya merasa enak karena dipasangi oksigen yang langsung ke hidung, tapi kemudian diganti dengan yang model masker, dan dari situlah awalnya oksigen mengenai mata dari malam hingga dini hari, besok mata saya sudah bonyok,” katanya.

Salah seorang pengacara yang bakal mendampingi kasus dugaan mal praktik oleh pihak RS Mokopido, Moh Sabrang SH,  membenarkan kalau kliennya telah memohon secara resmi ke lembaganya untuk didampingi melakukan gugatan dugaan mal praktik itu.

” Terus terang kami sedang menyusun materi gugatan atas permintaan klien kami, secara materil dan immateril, termasuk menyusun laporan polisi untuk membawa masalah ini ke ranah pidana. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan laporkan,” kata Sabrang kepada wartawan.

Menurutnya, dalam menangani kasus tersebut, ia bersama dengan 10 pengacara lainnya yang tergabung dalam kantor pengacaranya akan bekerja sama dalam menggarap materi gugatan secara bersama karena diberikan kepecayaan kuasa oleh korban.

Sementara, Direktur RSU Mokopido Tolitoli, dr Danial dimintai tanggapannya,  kepada wartawan mengatakan, kebutaan yang dialami salah satu pasien tersebut berdasarkan keterangan dokter ahli mata, dikarenakan Covid-19.  Bukan karena mal praktik seperti tudingan pasien. (ram/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital