Sabtu, 8 Agustus 2026

Cabai Rawit Kembali Jadi Penyumbang Inflasi Kota Palu

Kepala BPS Kota Palu G. A Nasser. Foto: Dok

PALU EKSPRES, PALU– Tiga bulan berturut-turut di awal tahun 2021, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi di Kota Palu.

Sebagaimana dilaporkan BPS Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah ini mengalami inflasi sebesar 0,21 persen selama Maret 202. Cabai rawit tercatat sebagai komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,09 persen.

“Cabai rawit menduduki urutan kedua penyumbang inflasi Kota Palu,” kata Kepala BPS Kota Palu, G.A Nasser melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, akhir pekan lalu.

Dua bulan berturut-turut di awal tahun 2021, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan laporan BPS Kota Palu, andil cabai rawit terhadap inflasi di Bulan Februari 2021 sebesar 0,04 persen. Komoditi yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi di kota ini adalah ikan cakalang/sisik sebesar 0,05 persen. Komoditi lainnya yang cukup besar andilnya terhadap inflasi di bulan ini adalah beras yakni 0,03 persen, disusul ikan teri  0,02 persen, dan ikan asin teri 0,01 persen.

Sebagaimana catatan BPS di Bulan Januari 2021, cabai rawit memiliki andil terhadap inflasi  sebesar 0,07 persen. Kemudian di bulan Februari  memiliki andil 0,04 persen dan pada Maret 2021, kembali naik menjadi 0,09 persen.

Selain cabe rawit kata Nasser, beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi Maret 2021, adalah  ikan selar atau tude  sebesar 0,15 persen; bahan bakar rumah tangga  sebesar 0,04 persen;  ikan Bandeng atau Bolu 0,02 persen; dan ikan Layang atau Benggol 0,02 persen.

Selanjutnya,  bayam  sebesar 0,02 persen; ikan asin teri 0,02 persen; kol putihatau kubis 0,02 persen; bawang merah 0,02 persen; dan kacang panjang 0,01 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi Maret 2021 di antaranya, mobil 0,12 persen, tarif angkutan udara 0,05 persen, beras 0,05 persen, kangkung 0,03 persen, ikan cakalang/sisik 0,03 persen, jagung manis 0,02 persen, susu bubuk 0,01 persen, besi beton 0,01 persen, emas perhiasan 0,01 persen, dan ketimun 0,003 persen.

 Nasser menambahkan, inflasi sebesar 0,21 persen di Kota Palu juga karena dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,10 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,48 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,12 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11 persen; serta kelompok kesehatan 0,09 persen. Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,15 persen. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital