Jumat, 4 September 2026
Opini  

Pohon Kelapa di Lambang Sulteng

Lambang daerah Provinsi Sulteng. Foto: Istimewa

Oleh Nur Sangadji

Begitu sibuknya kita atau mungkin akibat wabah Covid 19 sampai kita lupa. Lupa, kalau tanggal 13 April itu, hari lahirnya Provinsi Sulawesi Tengah. Saya tahu, lantaran diberi tahu seorang sahabat, justru tepat di tanggal 13 April 2021.

Biasanya, jauh tempo kita telah melihat Provinsi bersolek. Entah mengapa, sekarang tidak. Padahal, media informasi berseliweran banyaknya. Mulai elektronik, cetak hingga media sosial.

Bahkan, momentum tanggal 13 April kali ini, bertepatan dengan hari pertama kaum muslimin menyelenggarakan ibadah puasa. Sedikit bermakna sakral dan perjuangan. Sama dengan kemerdekaan negeri pada bulan Ramadhan. Artinya, menahan lapar untuk ibadah bukanlah alasan untuk bermalas malasan.


Di hari lahirnya Provinsi ini, seorang karib senior mengirimkan logo, gambar atau lambang Sulawesi Tengah. Di tengahnya ada gambar pohon kelapa yang berdiri tegak. Di bawah lambang itu, dia menulis begini. “Perhatikan, kelapa masih tegak tumbuh, tapi jumlah dan produksi kian menurun”.

Kalau ini benar, maka selama 57 tahun propinsi ini berdiri. Komoditi yang diabadikan dalam lambang resmi ini, makin terabaikan dari perhatian kita. Barangkali tidak berlebihan, bila secara kelakar, banyak kawan minta lambang itu diubah. Ada yang saran, diganti dengan tanaman perdu, Nilam. Ini tanaman yang sedang digandrungi petani. Namun, berefek deforestasi karena keperluan kayu bakar untuk penyulingan daun nilam.

Ada juga yang usul pergantian kelapa dengan buaya. Ini,
hewan melata yang membangun huntapnya di teluk Palu. Terutama, pasca tsunami tanggal 28 September 2018.


Saya termasuk yang tidak sependapat. Lambang kelapa adalah sejarah. Dia adalah cerita abadi. Meskipun, misalnya wujudnya telah sirna. Ini pelajaran bagi generasi. Dia menjadi cerita (story) bahwa di punggung tanah ini, nyiur pernah melambai. Dan darinya, nenek moyang kita menggantung harapan hidupnya berabad-abad.

Tapi, dia juga menjadi teguran (lesson learn) tentang kesalahan kita dalam merawat sejarah pada wujudnya yang hakiki. Kelapa harus terawat karena dia dipahatkan sebagai lambang daerah sekaligus identitas.

Jejak Ekologisnya mesti dijaga. Aktor pelaksana bernama petani wajib diberdayakan. Minimal, dua hal ini yang dipelihara. Ruang alih fungsi dari kebun kelapa menjadi sawit, coklat, sawah dan infrastruktur lainnya perlu dipertimbangkan dengan matang. Tentang, kesesuaian agroklimatnya. Tentang komoditas substitusi atau komoditas yang tidak tergantikan. Tentang resiko bencana. Serta, tentang ekonomi dan kesejahteraan.


Dalam beberapa diskursus, banyak yang menganggap kelapa tidak lagi beri harapan. Nasibnya dikalahkan terutama oleh Sawit. Kampanyenya menyertakan jaringan pemilik modal mondial. Mulai dari isu lemak jenuh, kolesterol hingga devisa negara.

Bupati Buol, dr. Amiruddin Rauf, adalah contoh paling gigih dalam membela Kelapa Indonesia. Kami sering diskusi tentang perbandingan komiditas negeri. Terkadang orang salah membaca data yang tersirat.

Sawit sebagai contoh, bisa menyumbangkan 20 milyar dolar per tahun. Sementara, kelapa hanyalah 1,4 saja. Orang lupa berfikir bahwa luas kebun sawit telah mencapai 18 juta hektar. Sementara, luas kebun kelapa hanya sekitar 3 jutaan. Jadi, kalau dibandingkan maka angkanya menjadi 15/3 x 1,3 = 7,5 milyar dollar untuk kelapa. Meskipun tetap lebih kecil, tapi ada manfaat lain tidak terhargakan.


Kelapa memiliki keunggulan lain dari segi pemanfaatan langsung dan multi guna. Pengolahan kelapa tidak selalu memberikan nilai tambah (value added). Tapi tanpa pengolah, kita tidak bisa menikmati produknya bernama minyak kelapa asli yang harum aromanya. Dan, bila diolah untuk produk berkualitas serta berharga tinggi, Keuntungannya pasti berlimpah.

Bandingkan, 1 biji kelapa tua, 7.500 rupian. 1 biji kelapa muda 15.000 rupiah. 1 kg kopra = 4 biji kelapa, 19.000 rupiah. Coconut virgin oil, 10 biji untuk 1100 ml seharga kurang lebih 200.000 ribu rupiah. Asam laurat, untuk 1 kg seharga 90 ribu rupiah. Intinya, manfaat ekonominya menjanjikan. Kita tinggal mengatur peruntukan wilayah dengan variasi komuditinya. Tinggal kita, mau atau tidak.

Karena itu, kita berharap kepada gubernur baru, bupati dan walikota baru. Menjadi pembawa energi baru untuk mempertahankan lambang negeri Tadulako ini, tetap relevan dengan fakta di alam nyata. Dirgahayu ke 57 Provinsi Sulawesi Tengah…

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam