Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Pemerintah Pusat Katagorikan Air Bersih di Parimo Over Capacity

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Parimo, Vadlon. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Vadlon, mengatakan, Parimo dianggap wilayah over capasity sumber air bersih oleh pemerintah pusat.  Sehingga tidak lagi menjadi sasaran pembangunan baru sarana air bersih. Dia mengaku, selama ini, yang diajukan pihaknya adalah wilayah yang pengelolaan program Pamsimasnya dengan istilah desa merah.
“Itu yang kami ajukan pada program air bersih ke kementerian. Tetapi kami juga mau ada desa lain di luar itu,” kata Vadlon kepada wartawan di kantornya, Selasa (20/4/2021).
Menurutnya, ketika pihaknya mengajukan hal itu ke dalam sistem namun ditolak karena dianggap Parigi Moutong over capacity untuk pembangunan baru sarana air bersih.

Namun, menurutnya, Parimo tahun ini tetap diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sarana air bersih, dengan total anggaran Rp 7 miliar lebih yang diperuntukkan di enam desa. Yaitu Desa Tolole, Donggulu Selatan, Sigega Bersehati, Bainaa, Palasa Tengah dan Desa Kotaraya Barat.
Menurut dia, alokasi anggaran tersebut hanya untuk kegiatan optimalisasi, peningkatan dan perluasan, dengan nominal anggaran bervariasi.
Contohnya, di Desa Tolole telah mendapatkan sarana air bersih pada tahun 2010 silam. Ternyata terdapat kerusakan pada bagian pipa dan saringan pasir lambat (SPL), sehingga dilakukan rehabilitasi. 
“Di Parigi Moutong yang air bersihnya mengalami kerusakan, beberapa sudah kembali berfungsi. Kalau kita harap APBD tidak bisa menganggarkan itu. Makanya saya selalu ingatkan kepada pemerintah desa untuk memberikan kami data, kalau tidak ada data kami tidak bisa mengajukan ke pemerintah pusat melalui sistem,” jelas Vadlon. 

Alokasi dana senilai Rp 7 miliar lebih tahun 2021 tambahnya, menurun dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan dampak pandemi Covid-19. 
Mestinya kata dia, di Kecamatan Balinggi dialokasikan anggaran Rp 14 miliar lebih, namun tidak terealisasi. 
“Kalau tahun sebelumnya ada sebesar Rp 6 miliar lebih di Desa Boloung, yang tengah dalam proses pemeriksaan,” ujarnya. (asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital