Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Mencuat Dugaan Penggelapan Dana Tim Covid-19 di Puskesmas Birobuli Palu

Marcelinus. Foto: dok

PALU EKSPRES, PALU – Petugas tim Covid-19 di Puskesmas Birobuli, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, dibuat resah atas adanya pengembalian dana insentif yang telah diterima dalam rekening masing-masing petugas.

Keresahan tim Covid-19 atas dugaan penggelapan ini menjadi aduan para tim ke Anggota DPRD Palu, Marcelinus. Yang selanjutnya membawa para tim untuk melaporkan langsung temuan itu kepada Wali Kota Palu, Rabu (21/4/2021).

Marcelinus menjelaskan, para tim Covid-19 di Puskesmas Birobuli ini diminta untuk mengembalikan dana yang mereka terima sebagai insentif kerja terkait penanganan Covid-19 selama empat bulan.

Jumlah tim yang menerima dana tersebut sebanyak 45 orang. 10 di antaranya adalah tim yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). Sedang 35 lainnya juga menerima dana tersebut meski tidak ditetapkan dalam SK.

“Masing-masing menerimanya sebesar Rp20 juta untuk insentif selama empat bulan,” jelas Marselinus, Rabu malam (21/4/2021).

Persoalannya kata Marcel, setelah menerima dana tersebut dalam rekening, tiba-tiba ada perintah dari kepala Puskesmas untuk mengembalikan dana tersebut kepada bendahara Puskesmas melalui rekening pribadi.

10 orang tim yang telah di- SK-kan, diminta mengembalikan dana sebesar Rp15 juta. Sedangkan 35 lainnya yang tidak ter- SK-kan diminta mengembalikan sebesar Rp18,5 juta.

“Alasan yang kami terima dari para tim, pengembalian itu karena terkait kinerja,” ungkapnya.

Jika berbicara kinerja, harusnya kata Marcel, sapaan akrabnya, pembayaran insentif itu dibayarkan tidak secara penuh. Sedianya diberikan sesuai standar kinerja yang ditetapkan atau disepakati sebelumnya.

“Standar kinerja ini yang tidak jelas seperti apa,” jelasnya.

Para tim menyebut bahwa, mereka merasa khawatir atas pengembalian itu menjadi temuan. Sebab, tidak dikembalikan langsung kepada kas daerah dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Ya kami menduga ini upaya penggelapan. Kenapa mesti dikembalikan ke rekening pribadi bendahara,” paparnya.

Selain itu, 35 tenaga medis yang tidak di- SK- kan tersebut juga mengaku tidak mengetahui akan ada transfer dana ke rekening mereka.

“Tiba-tiba dana masuk rekening tanpa sepengetahuan mereka. Lalu kemudian diminta mengembalikan sebesar Rp 18,5 juta,” bebernya.

Parahnya lagi, 35 tenaga medis tersebut mengaku tidak mengetahui kalau telah ada Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk pembayaran insentif yang telah mereka tandatangani.

“Ini juga seperti SPJ fiktif. Karena pengakuan tenaga medis ini, mereka pernah menandatangani sebuah berkas yang mereka sendiri tidak tau kalau itu adalah SPJ. Karena waktu bertanda tangan, mereka tidak diperlihatkan isi dokumen yang mereka tandatangani. Ditutup dengan selembar kertas. Jadi hanya tau bertanda tangan,” bebernya lagi.

Marcel mengaku hal ini telah dikonsultasikan langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu.

“Pak wali berjanji akan menindak lanjuti aduan tim medis ini,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization