Minggu, 20 September 2026
Palu  

Dugaan LPj Fiktif di Puskesmas Birobuli, Anleg Minta APH Turun Tangan

Ilustrasi Nakes penanganan Covid-19. Foto: Dok

PALU EKSPRES, PALU – Anggota DPRD Palu Marcelinus meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti dugaan penggelapan dana insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) dan dugaan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) fiktif di Puskesmas Birobuli Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ini sekaitan adanya kesepakatan internal Puskesmas Birobuli untuk mengembalikan dana insentif Nakes yang sebelumnya telah masuk ke rekening 45 Nakes. Lalu disepakati dibagi kembali sesuai dengan porsi dan resiko kerja.

Marcelinus menjelaskan, pengembalian dana insentif dari rekening Nakes dan bagi-bagi hasil pengembalian itu sama-sama dilakukan di luar dari Petunjuk Teknis (Juknis).

“Juknis tidak mengatur hal seperti itu. Ini patut diduga penggelapan dan LPj fiktif,” kata Marcelinus, Selasa (27/4/2021).

Berdasarkan laporan yang ia terima, SPj fiktif patut diduga terjadi karena pihak Puskesmas mengajukan klaim pembayaran insentif Nakes pada 35 pegawai Puskesmas yang tidak tercatat sebagai tim Covid-19.

Seharusnya, jika tidak termasuk sebagai tim Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Puskesmas (Kapus), maka pihak Puskesmas tidak boleh mengajukan klaim atas 35 Nakes tersebut.

Yang terjadi, pihak Puskesmas justru mengajukan LPj seolah-olah 35 Nakes tersebut memang telah bekerja dalam penanganan Covid-19.

“Berarti SPj itu diduga fiktif. Karena setelah dananya masuk ke rekening 35 Nakes, Kapus justru meminta kembali dana tersebut. Jadi SPj itu dibuat agar dananya bisa diterima dulu baru diatur kemudian pembagiannya. Dan laporan dana masuk ke rekening Nakes ini sebagai bukti bahwa dana itu memang telah diberikan kepada Nakes,” jelas Marcelinus.

Demikian halnya tentang kesepaktan internal untuk membagi dana hasil pengembalian itu. Menurutnya ini juga tidak diatur dalam Juknis. Apalagi dalam pembagian yang disepakati, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapat jatah sebesar 5 persen dari total dana yang terkumpul.

“Dari mana aturannya pihak dinas kesehatan harus mendapat bagian,” tanya Marcel.

Karenanya, ia berharap APH bisa menindaklanjuti hal ini. Sebab, penggunaan dana Covid-19 ini sudah menjadi atensi khusus Presiden RI. APH kata dia juga perlu menelusuri penggunaan dana serupa di seluruh Puskesmas. Karena banyak isu terkait hal tersebut yang mulai mencuat.

“Saya minta APH menelusuri ini di semua Puskesmas. Saya tetap maju untuk memperjuangkan hak-hak pegawai kecil. Yang dimanfaatkan oknum. Kalau tidak ada tindakan, saya akan lanjut ke KPK. Presiden sudah tegaskan Rp1 rupiah saja dana covid digelapkan, maka hukuman berat menanti. Ini jelas 35 Nakes dibuatkan LPj fiktif,” tegas Marcelinus.

Dia menambahkan begitu pula dengan surat berita acara kesepakatan pembagian. Kesepakatan ini beber Marcelinus dibuat nanti setelah pihaknya melaporkan dugaan tersebut kepada Wali Kota Palu.

“Disepakati tanggal 23 April. Nah kita menghadap wali kota itu sehari sebelumnya. Artinya, apa? kesepakatan ini dibuat terburu-buru setelah ini mencuat. Dan tidak semua pegawai Puskesmas setuju dengan hal itu. Namun terpaksa karena sudah mendapat ancaman-ancaman,” bebernya.

Untuk diketahui, jumlah Nakes yang menerima dana insentif tersebut sebanyak 45 orang. Namun hanya 10 di antaranya yang masuk dalam SK Tim Covid-19. Jumlah yang diterima Nakes melalui rekening masing-masing sebesar Rp20 juta. Namun setelah itu, pihak Puskesmas meminta para Nakes untuk mengembalikan sebagian dana ke rekening Bendahara Puskesmas.

Sebelumnya Kapus Birobuli, Susanti menjelaskan bahwa jumlah Nakes yang diajukan untuk mengklaim dana intensif Covid 19 tersebut sebanyak 45 orang. Namun kata dia, yang benar-benar bekerja dan masuk sebagai tim hanya 10 orang.

Dari 10 orang tim Covid-19 inipun, ia akui tidak semuanya bekerja optimal.

Sementara pengajuan klaim dana terhadap 35 Nakes lainnya dilakukan untuk memenuhi jumlah temuan kasus di wilayah Puskesmas Birobuli. Karena untuk temuan kasus sebanyak 800lebih, maka harus dikerjakan minimal 90orang. Sedangkan jumlah Nakes yang ada di Puskesmas Birobuli memang hanya sebanyak 45 orang.

“Jadi yang kita ajukan sesuai jumlah Nakes yaitu 45 orang. Ini tidak fiktif karena temuan kasus memang ada. Dan harus disesuaikan dengan jumlah Nakes,”katanya.

Namun begitu Susanti mengaku, pengembalian dana yang diterima Nakes tersebut memang tidak sesuai Juknis. Demikian halnya dengan pembagian kembali dana yang terkumpul tersebut. Termasuk persentase pembagiannya. Hal itu dilakukan karena adanya kesepakatan internal.

Terhadap 35 Nakes yang ikut mendapat dana insentif itu, semuanya kata Kapus sepakat mengembalikan dengan jumlah beragam. Ada yang Rp18,5juta dan ada yang Rp19juta. Karena menurutnya, 35 Nakes ini memang tidak bekerja dalam rangka penanganan Covid-19.

“Jadi pekerjaan 45 orang itu hanya dikerjakan 10 orang. Masa mereka mau diberikan juga Rp20juta. Adilkah begitu pak. Maka itu dana tersebut kita tarik dulu baru dibagikan sesuai forsi dan resiko kerja,”sebut Susanti. (mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam