Minggu, 9 Agustus 2026

Kasus Barter Izin Reklamasi Pulau G Makin Terang, Kok Ahok Masih Terus Bantah

Ahok

JAKARTA, PE – Isu barter dana pelaksanaan sejumlah kegiatan Pemprov DKI dan izin reklamasi Pulau G antara PT Agung Podomoro Land (APL) dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama semakin terang benderang.

Ahok -sapaan Basuki Tjahaja Purnama- belakangan agak sewot ketika diungkit soal kasus yang melibatkan konglomerat taipan itu.

Ahok bahkan menduga, berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka suap kasus dugaan korupsi proyek reklamasi, Ariesman Widjaja, bocor.

Dokumen hasil rapat pembahasan bersama pengembang pada 18 Maret di Pemprov DKI menyebar di kalangan wartawan. Ternyata, dokumen tersebut merupakan dokumen lama.

Setelah ditelusuri, waktu itu pihak pemprov menyebarkan dokumen hasil rapat tersebut. Dimana yang hadir di rapat itu adalah Ahok, Ariesman Widjaja, David Halim, Hardy Halim, Sarwo Handhayani, Sri Rahayu, dan Agus Chandra.

Dalam dokumen tersebut tertera berbagai kewajiban pengembang. Pekerjaan bagi PT Muara Wisesa Samudera.

Di antaranya, membangun rumah pompa di sejumlah wilayah, pembangunan rusun, pengadaan pompa, pembangunan dermaga.

“Artinya, agak berlebihan kalau disebut BAP bocor,” kata Dewan Walhi DKI Moestaqiem Dahlan yang merupakan anggota Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta ketika dimintai pendapat kemarin (15/5).

Dia menyatakan, banyak pihak yang sudah mempelajari dokumen tersebut, termasuk penegak hukum.

“Kalau ada kebocoran, kan, Ariesman pegang BAP. KPK sudah membantah,” terangnya.

Karena itu yang pasti, Moestaqiem meyakini ada semacam barter. Lalu, kepada publik, Ahok menyatakan, hal itu merupakan perjanjian preman dalam tanda kutip. Dimana pemprovnya adalah preman.

“Tapi, dia sebut preman resmi. Biarlah itu nanti dijawab di ranah hukum,” jelas dia.

Moestaqiem menuturkan, Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang mayoritas anggotanya kaum nelayan tersebut sangat menyayangkan kasus proyek reklamasi itu.

Bagi mereka, sejak dulu reklamasi di teluk Jakarta menyimpan banyak masalah.

“Dokumen dan isu barter tersebut bukti bahwa reklamasi penuh dengan korupsi. Penggusuran menggunakan uang reklamasi. Uang korupsi digunakan untuk membantu TNI dan Polri,” terangnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Prabowo Soenirman, yang selama ini tegas menentang reklamasi, berharap Ahok tidak asal menduga.

Jika memang dokumen sudah lama ada, Ahok justru harus koreksi diri.

“Masalahnya, dia memang melakukan kesalahan. Dia menerbitkan izin yang tidak sesuai aturan,” katanya.

”Semua sudah menilai seperti itu. Hanya, dia terus membantah. Saya yakin KPK dan pemerintah pusat bisa menyelesaikan masalah tersebut,” ucapnya.

Jadi yang perlu diperhatikan menyangkut isu barter itu, menurut Prabowo, adalah izin yang dikeluarkan gubernur pada Desember 2014.

“Rapat pembahasan kewajiban pengembang tersebut dilaksanakan pada Maret, sedangkan UU 1 Tahun 2014 diundangkan per Januari 2014,” tambahnya.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital