Rabu, 12 Agustus 2026

Covid-19 di Hari Merdeka

By, Nur Sangadji

Tepat tanggal 16 Agustus 2021. Saya diwawancarai dua RRI, Palu dan Toli Toli. Topiknya relatif mirip. Hampir sama dengan judul artikel ini. Reporternya memulai pertanyaan kritis yang bersumber dari masyarakat. Apa betul kita telah merdeka ? Masyarakat bilang, di era Covid 19 ini, kita merdeka tapi dibatasi.

Kebetulan bertepatan tanggal 16 Agustus ini, ada kebijakan pemerintah kota Palu mengunci (lock down) perumahan dosen, tempat saya bermukim. Ini, lantaran dalam satu dua minggu terakhir ini banyak yang meninggal dunia di sini. Beberapa di antaranya, suami isteri secara berbarengan. Mungkin banyak juga yang isolasi mandiri, tapi tidak terkonfirmasi.

Entah bagaimana mereka menemukan datanya? Angka yang dirilis hingga kini, 30persen penyebaran Covid di Palu dan 17persen kematian lantaran Covid ada di perumahan dosen universitas Tadulako. Tentu, dalam satuan waktu tertentu. Saya berasumsi, bila ada 100 orang yang positif atau wafat, maka ada 30 positif dan 17 wafat itu ada di perumahan dosen universitas Tadulako.


Soal apakah angka prosentasi ini akurat dan logik berbasis seri waktu (time series) untuk sebuah pengambilan kebijakan? Biarlah menjadi urusan berikut. Namun rumor yang beredar pada tanggal 16 Agustus malam agak menggelisahkan warga. Petugas akan bergerak “door to door” alias dari rumah ke rumah untuk test Swab antigen. Terkesan seperti memburu ekstrimis di era penjajahan dahulu. Atau Teroris di era kontemporer.

Banyak warga, terutama kaum ibu sudah ketakutan. Beberapa keluarga telah mengungsi. Keluar dari perumahan dosen. Ada juga yang bilang, akan me “lock down” sendiri keluarganya. Artinya, akan mengunci semua pagar. Meskipun mereka tidak bisa keluar rumah, yang penting petugas tidak bisa masuk.
Alasannya sangat sederhana.Takut terkontaminasi dan atau di-covid-kan lantaran sedikit flu atau penyakit lainnya yang mereka yakini bukan covid.

Benar-banar dilematis antara pengetahuan dan kepercayaan.Ternyata rumor itu tidak berwujud, karena petugas mengambil posisi di rumah ketua RT. Wargalah yang diundang datang. Cukup bijak.


Rumor yang relatif hampir benar adalah penyediaan dapur umum. Warga akan dikirimkan makanan. Kemarin telah ada pendataan. Saya berkelakar pada ketua RT. Ingatlah pada tanggal 29 September 2018, satu hari setelah gempa Palu. Ada petugas yang mendata jumlah keluarga via ketua RT untuk untuk suplai makanan. Hingga menjelang September 2021 ini, makan itu belum kunjung datang. Beliau terbahak-bahak.

Andaikan benar,saya berpandangan. Suplai makanan ini sebaiknya lebih tepat sasaran. Prioritaskan mahasiswa dan pegawai, dosen Non PNS dan BLU (Badan Layanan Umum) serta masyarakat yang sangat membutuhkan. Itulah sebabnya kita butuh data. Data terpilah multi guna. Tersimpan di file RT dan RW. Ini momentum untuk berbenah. Mumpung Pak Wali dan Bu Wakil punya semangat yang masih segar.

Mulailah dari RT dan RW. Di sana juga ada Dasa Wisma. Optimalkan peran mereka. Bila semua ini efektif, tetangga pasti tahu tetangga yang dalam kesulitan. Komunitas “Roa jaga Roa” (teman jaga teman) adalah contoh yang patut diduplikasi. Berharap, momentum covid bisa memberikan banyak inspirasi untuk berbenah. Hindari manajemen “tiba masa tiba akal”. Apalagi, “tiba masa hilang akal”.


Saat ini, stigma terbentuk tanpa bisa dihindari.Kemuliaan mengalir dari para sahabat. Tadi malam banyak kiriman doa dari karib terdekat untuk warga yang tinggal di perumahan dosen universitas Tadulako. Saya kutip beberapa saja.

Ini dalam bahasa lembah Palu (Kaili). Datang dari karib, Abdullah Latopada.
“Perapi kadoa ranga bapak nur sangaji ante bu Ros sekeluarga masehat2 pura ante muni tuaka Azhar ante tuwei Nisba todea singgani ri gruop hitu rapaka kavao dako ri covid 19. Amin”. (intinya, mengirimkan doa, semoga terhindar dari covid 19.)

Dari yunior kami, Nur Edy. Pesannya singkat, Ka @Nur Sangadji dan Ka @⁨Tinai Reza Halo⁩
Ka @⁨Acip⁩ dan Ka @⁨Selfi⁩
dan keluarga-keluarga di Perumahan Dosen Universitas Tadulako. Semoga senantiasa sehat dan terlindungi dari wabah covid. Amiin YRA.


Patut disadari, hingga lebih dua tahunan pandemi ini, kita masih terus dalam problem kepercayaan. Ragu pada metode treatmentnya dan ragu pada niatan mulia pemerintahnya. Namun, yang pasti. Ada benang merah saat kita kaitkan dengan momentum hari kemerdekaan RI yang ke 76. Sama-sama, merasa tidak merdeka. Hidup dalam tekanan ketidakbebasan. Dahulu, oleh penjajah. Sekarang oleh Covid 19. Pertanyaannya, apakah kita butuh waktu yang sama lagi untuk bebas..? 350 tahun..?

Tidak ada yang bisa menjawab pasti. Kapan pembatasan kemerdekaan oleh virus akan berakhir. Akan tetapi, nilai luhur untuk menghadapinya, relatif tetap sama yaitu semangat juang (fighting spirit). Ini butuh totalitas upaya bersama (togetherness). Butuh keikhlasan berkorban (sacrifice). Butuh kekompakan terobosan (breakthrough). Butuh persatuan (unity). Dan, yang paling penting lagi, butuh saling percaya (believe).

Faktanya di lapangan, terlihat terbalik. Kita sibuk saling bantah-membantah. Padahal, yang dibutuhkan adalah saling bantu. Memang patut diakui, masih banyak kelalaian yang kita produksi. Baik di masyarakat maupun di pemerintah. Lihatlah, begitu banyak orang lalu lalang atau berkerumun tanpa masker. Ini saja satu indikator yang ringan. Kita sudah tidak mampu patuh. Kebijakan pemerintah yang disusupi keteledoran oknum individu, juga menambah runyam persoalan. Intinya, kita belum kompak hingga kini. Padahal, musuh kian ganas. Berganti strategi tiap saat. Mutasi identitas dari covid biasa ke covid delta dan entah covid apa lagi.


Dahulu, lawan kita terlihat jelas. Manusia penjajah yang bisa kita hadapi saling melihat. Kita melawan dengan spontanitas. Tidak ada komando, karena kita belum punya pemerintah. Kecuali, kekuasaan para raja dan sultan atau kepala suku yang berpencar. Itu lantaran kita belum merdeka. Munculah individu kesatria. Berjuang, bersama atau sendiri. Dia dan atau mereka yang hari ini kita agungkan namanya sebagai pahlawan. Mereka berjuang tanpa negara.

Sekarang, lawan kita tidak nampak. Dia, mikroorganisme. Tapi, kita melawan dengan komando, karena kita sudah punya pemerintah. Punya negara berdaulat. Bahkan telah berumur 76 tahun sejak merdeka. Tapi, serasa value bernama fighting spirit (semangat juang) kian memudar.

Semoga di hari bersejarah Ini. Kita renungkan kembali dan bertindak terukur, jujur dan iklas. Untuk bisa bebas dari wabah (baca : penjajahan) Covid 19. Dan, Merdeka. Dirgahayu RI ke 76. Jaya selalu Indonesia kita. ***

(Penulis, Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia