Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Peringati Tiga Tahun Liquefaksi, Warga BTN Petobo Gelar Doa Lintas Iman

FOTO KORBAN - Foto warga Petobo yang menjadi korban bencana alam 28 September, dipajang di kompleks perumahan BTN Petobo dalam rangka memeringati tiga tahun gempa liquefaksi. (foto-kia)

PALU EKSPRES, PALU -Warga perumahan BTN akan memeringati tiga tahun gempa bumi dan liquefaksi di Petobo pada 28 September 2021 nanti. Peringatan akan dilakukan kompleks BTN Petobo, dengan melakukan doa lintas iman secara bersamaan. Saat ini warga sudah mendirikan tenda di tiga tempat berbeda.

Tenda-tenda itu, akan dilangsungkan untuk doa masing-masing agama, yakni Islam, Kristen dan Hindu. Ketua RW 4, BTN Petobo, Vendy mengatakan, ibadah akan dilakukan mulai pukul 16.00 WITA, pada Selasa 28 September 2021.

Usai melakukan ritual agama masing-masing, yang diperkirakan sejam lebih, warga kemudian berkumpul di tenda utama untuk mendengarkan penyampaian dari para pihak.

Pada prosesi ibadah tersebut, agama Islam akan melakukan zikir yang dipimpin Ruslan Sangadji. Kemudian, agama Hindu dipimpin pemuka agama Hindu, pun demikian halnya, agama Kristen akan dipimpin pendeta dari GKST.

Warga BTN Petobo yang menjadi korban liquefaksi pada gempa bumi, 28 September 2018, berjumlah 16 orang. Tidak semuanya mereka wafat di kompleks BTN Petobo. Beberapa diantaranya, ada yang meninggal tergulung ombak tsunami di Pantai Talise. BTN Petobo Permai yang berbatasan dengan Desa Biromaru, Kabupaten Sigi, termasuk salah satu wilayah yang mengalami rusak parah.

Semua rumah yang terdapat di blok A, hancur dan beberapa penghuninya menjadi korban. Beberapa diantaranya tidak ditemukan sampai kini. Di bagian blok B, beberapa rumah juga hancur namun sebagian besar warganya bisa menyelamatkan diri.

Lumpur menutup semua permukaan tanah mulai dari blok A, B dan C. Rumah-rumah warga yang tertindas lumpur kini masih terlihat dan ditumbuhi tumbuhan liar. Sedangkan penghuninya sebagian besar sudah menempati hunian baru di kompleks perumahan Cinta Kasih Kelurahan Tondo – sumbangan dari Yayasan Budha Tzu Chi. (kia/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital