Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Rapid Antigen Berbayar, DPRD Parimo Gelar RDP

RDP - Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Dinkes Parimo, Fauzia Alhadad (Kanan) saat mengadiri RDP mewakili kepala Dinas Kesehatan. Foto : ASWADIN/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan setempat, yang dipimpin Ketua Komisi IV, Fery Budiutomo dan dihadiri sejumlah anggota komisi IV, berlangsung d iruang aspirasi, Selasa, (12/10/2021).

Fery mengatakan, sebelumnya, Komisi IV melalui ketua DPRD Parimo, telah melayangkan surat resmi kepada Dinas Kesehatan.  Tujuannya, untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan yang diambil kepala dinas tentang tes rapid antigen berbayar pada pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu.

Selain kepala Dinas Kesehatan kata dia, DPRD juga menghadirkan pihak Inspektorat Daerah karena menurutnya, terdapat praduga-praduga yang kemudian dipastikan sesuai dengan tugas pokok masing-masing pada dinasnya.

Dia mengatakan, pihaknya sangat menyangkan sikap kepala Dinas Kesehatan yang tidak hadir dalam RDP tersebut. “Kami di komisi IV sebagai mitra begitu kesulitan dalam berkomunikasi dengan ibu Kadis.” keluhnya.

Namun demikian kata dia, RDP tetap dilanjutkan meskipun tanpa kehadiran kepala Dinas Kesehatan.

“Jadi kita lanjutkan RDP ini tanpa kadis kesehatan, kalaupun diakhir nantinya akan menemui jalan buntu. Tetapi kami sudah siapkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh OPD terkait lainnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi IV DPRD mempertanyakan beberapa poin kepada pihak Dinas Kesehatan, di antaranya apa yang menjadi dasar sehingga  Dinas Kesehatan melakukan tes rapid antigen berbayar kepada peserta CPNS maupun PPPK saat itu.

Menjawab pertanyaan Komisi IV, Fauzia Alhadad menjelaskan, bahwa penetapan tarif rapid antigen Rp 100 ribu per orang itu berdasarkan surat edaran tentang tarif pemeriksaan rapid antigen.

Di mana kata dia, pada poin 1 huruf b disampaikan, bahwa rapid antigen di luar Pulau Jawa dan Bali itu, adalah Rp 109 ribu tanpa menyebutkan peruntukanya dan bagian-bagiannya.

Kemudian, pada poin ke 2 disampaikan bahwa tarif tersebut berlaku pada orang dengan sendiri meminta untuk dilakukan pemeriksaan rapid. “Jadi itu mungkin yang menjadi dasar sehingga ketika ada permintaan itu dengan pertimbangan, bahwa itu permintaan sendiri maka diberlakukanlah sesuai surat edaran yang ada,” ujarnya.

Selanjutnya, menjawab pertanyaan rapid antigen bantuan atau tidak. Ia mengungkapkan bahwa rapid antigen tersebut, merupakan rapid distribusi dari Provinsi Sulawesi Tengah ke farmasi atau Dinas Kesehatan Parimo. Karena adanya permintaan pemeriksaan untuk peserta CPNS di daerah itu.

“Yang suratnya kami terima pada 27 September, dan dilakukan pemeriksaan pada tanggal 30 September 2021,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, pihaknya selaku bidang teknis ditanyakan apakah bisa menggunakan rapid bantuan atau tidak. “Kemudian, saya jelaskan bahwa peruntukan rapid bantuan menurut pengetahuan saya itu untuk tracing dan testing pada masyarakat yang terindikasi terkonfirmasi positif virus corona,” jelasnya.

Olehnya, ia selaku kepala bidang terkait tidak berani mengambil keputusan untuk memberlakukan rapid antigen bantuan itu dan digratiskan untuk peserta ujian CPNS.

“Tetapi ibu kadis pertimbangannya untuk meminimalisir adanya kasus baru COVID-19 dengan banyaknya peserta. Sehingga, dilakukanlah rapid tetapi mandiri, dan menurut beliau itu sudah disampaikan kepada panitia penyelenggara ujian CPNS,” ucapnya.

Meskipun, hal itu telah dijelaskan oleh kepala bidang selaku perwakilan kepala Dinas Kesehatan, namun ketua Komisi IV bersama anggota tetap memiih menunda RDP itu. Sebab, mereka menginginkan kehadiran kepala Dinas Kesehatan untuk menjelaskan lebih detail mengenai persoalan ini.

Dengan demikian, RDP ditunda dan akan dijadwalkan kembali dan menghadirkan bebeapa OPD terkait lainnya. (asw/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital