Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Biadab, Gadis 18 Tahun di Halmahera Tengah Meninggal Usai Diperkosa 12 Orang

Warga mengantar jenazah NU, gadis 18 tahun di Halmahera Tengah yang meninggal dunia usai diperkosa diduga oleh 12 orang. Foto Twitter @Ghara_H4L3Y0r4

HALMAHERA TENGAH – Peristiwa pilu dan mengenaskan dialami NU (18), di Halmahera Tengah, yang meninggal dunia usai diperkosa.
Biadabnya, pelaku pemerkosaan NU itu diduga berjumlah 12 orang.
Kisah pilu NU itu sebagaimana diungkap pemilik akun Twitter @Ghara_H4L3Y0** yang tidak lain adalah saudara korban.
Ia menceritakan, korban diperkosa oleh sejumlah pekerja sebuah perusahaan di Halmahera Tengah.
Yang tak kalah biadab adalah, selain diperkosa, korban juga disekap oleh para pelaku.
“Setelah diperkosa, adik kami tidak bisa berjalan, sakit yang luar biasa dirasakan dan ketakutan utk bercerita kejadian sebenarnya,” tulisnya sebagaimana dirilis PojokSatu.id, Minggu (17/10/2021).
Diceritakan, seminggu setelah diperkosa, organ intim korban mengalami pembengkakan dan bernanah.
Saat itu, korban juga sudah sulit untuk berbicara.
“Akhirnya dirujuk ke RSUD Ternate, dan kemaren adik kami menghembuskan nafas terakhir,” bebernya.
Pihak keluarga pun langsung melakukan penelusuran melalui telepon selular korban.
Dan yang mengejutkan adalah, salah satu pelaku pemerkosaan adalah pacar korban sendiri.
“Teridentifikasi pelaku pertama (pacar). Langsung ditangkap di lokasi kerja,” sambungnya.
Dari pelaku pertama ini, kemudian didapatkan tiga nama pelaku lainnnya.
“Keempat pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Polres Halteng,” tuturnya.
Atas kejadian ini, pihak keluarga tegas mendesak kepolisian bertindak tegas.
Keluarga juga menuntut semua pelaku pemerkosa NU ditangkap, diumumkan dan diproses seadil-adilnya.
“Informasi yang beredar pelaku tidak hanya 4 orang, ini harus diusut tuntas!” tegasnya.
Cerita pilu NU meninggal dunia usai jadi korban pemerkosaan ini pun membuat warga emosi.
Hasilnya, warga beramai-ramai mendatangi Polsek Weda dan menuntut para pelaku diserahkan kepada warga.
Beruntung, kemarahan warga itu bisa diredam.
“Kami meminta agar aparat bertindak cepat dan seadil-adilnya. Korban baru SMK kelas 1, masih di bawah umur,” tegasnya lagi.
Keluarga pun mendapat informasi bahwa satu pelaku melarikan diri dan sedang dalam pengejaran dan pengusutan lebih dalam.
“Karena diduga (pelaku) lebih dari 4 (ada 12 orang). Ini pelaku yang sementara di tahan di Polres Halteng,” ujarnya. (pojoksatu/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital