Minggu, 9 Agustus 2026

CEO Campuspedia Akui Gaji Karyawan Magang Rp 100 Ribu/Bulan

PALUEKSPRES, JAKARTA–CEO Campuspedia akhirnya buka suara terkait berita viral yang menimpa perusahaannya. Sebelumnya, seorang karyawan magang di Campuspedia bercerita di Twitter bahwa dirinya hanya dibayar Rp100.000 per bulan selama magang. Karena mundur sebelum masa magang berakhir, dia dikenakan penalti sebesar Rp 500.000.
Atas hal tersebut, tim JawaPos.com menemui Akbar Maulana, CEO Campuspedia, Jumat (29/10/2021) malam. Akbar mengakui bahwa karyawan magang memang mendapatkan uang saku Rp 100.000. Jumlah tersebut sudah diketahui karyawan magang dalam kontrak.
”Sebelum menjadi karyawan magang, ada kontrak kerja yang ditandatangani kedua belah pihak. Dalam kontrak tersebut, karyawan magang mendapatkan upah Rp 100.000 per bulannya. Jadi sudah mengetahui ada di kontrak kerja,” tutur Akbar.
Dengan upah tersebut, terdapat beberapa klausul atau aturan. Salah satunya adalah aturan kerja 20 jam per minggu. Jam kerja tersebut bisa diselesaikan karyawan magang sesuai keinginan.
”Jadi misalnya mau kerja 2 jam per hari, atau bahkan 1 jam per hari, itu diperbolehkan. Kami perusahaan yang mengutamakan komunikasi,” ucap Akbar.
Akbar mengklaim segala hal yang dilakukan perusahaan, tidak memberatkan karyawan magang. Sebab, karyawan magang banyak yang masih berstatus mahasiswa.
Terkait pembayaran penalti sebesar Rp 500.000 bila resign sebelum masa magang berakhir, Akbar menyatakan, Campuspedia tidak memberikan sanksi apapun. Dia siap membuka kemungkinan komunikasi.
”Ada yang bilang nggak bisa membayar dengan nominal tersebut, jadi cuma bayar Rp 100.000 saja. Itu juga nggak apa-apa. Yang penting komunikasi,” ujar Akbar.
Dia menegaskan, aturan penalti tersebut sebagai upaya komitmen dari karyawan magang. Terlebih, magang di kantor startup yang merupakan perusahaan rintisan. ”Ini bentuk komitmen,” ujar Akbar. (jpc/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital