Rabu, 28 Oktober 2026
Palu  

Kepala DKP Sulteng: Masyarakat Pesisir Masih Menangkap Biota Laut yang Terancam Punah

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba bersama tiga Bupati di wilayah Banggai Besaudara usai FGD dilaksanakan oleh UPT KKP3K Banggai. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES,PALU– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Arif Latjuba mengungkapkan sejumlah permasalahan yang terjadi di kawasan KKP3K Banggai. Masalah yang cukup serius dan perlu penanganan segera pada Wilayah Pengelolaan Perikanan 714 (WPP 714) meliputi  Teluk Tolo,  adalah masih maraknya aktifitas destruktif fishing oleh masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Selain itu, masih terjadinya penangkapan Penyu, Kima, Hiu, Pari yang merupakan biota laut yang terancam punah.

“Permasalahan lainnya, adalah mengambil kerang Mata Tujuh dengan cara merusak terumbu karang (mencongkel), serta mengambil karang sebagai komoditi ekspor,” kata Arif Latjuba dihubungi di Palu, Sabtu (6/11/2021).

Permasalahan tersebut menurut Arif Latjuba, telah ia paparkan saat menjadi narasumber pada  Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan perairan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah pada 15 Oktober 2021 lalu.

FGD tersebut dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Banggai (UPT KKP3K Banggai) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah,  yang dilaksanakan dengan metode blanded, yaitu secara luring dan daring, dipusatkan di ruang rapat utama kantor Bupati Banggai.

Arif Latjuba mengatakan, dengan permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan tadi,  menjadi kewenangan UPT KKP3K Banggai sebagai pengelola untuk melakukan sosialisasi kawasan Taman Pesisir. Sebab, pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil masih minim akibat masih kurangnya sosialisasi. Belum lagi  adanya pola pikir yang keliru terhadap sumberdaya ikan dan pemanfaatannya. Termasuk tingkat pendidikan kejuruan life skill yang kurang memadai, serta tingkat ekonomi sebagian besar masyarakat di pedesaan pesisir dan pulau-pulau kecil sekitar kawasan, tergolong miskin.

Untuk diketahui katanya, Taman Pesisir Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Perairan sekitarnya di Provinsi Sulteng memiliki luas keseluruhan 856.649,13 HA. Terdiri dari 13 area, masing-masing area 1-10  di Kabupaten  Banggai, area 11 dan 12 di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta area 12dan 13 di Kabupaten Banggai Laut.

Luasnya area Taman Pesisir pada KKP3K tersebut, menuntut sosialisasi yang masif dari UPT pengelola melalui kemitraan berdasarkan Kepmen KP Nomor 21 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Kemitraan Kawasan Konservasi Perairan.

“Pemerintah dalam mengelola kawasan konservasi perairan dapat melibatkan masyarakat melalui kemitraan. Kemitraan dilakukan oleh satuan unit organisasi pengelola dengan masyarakat, masyarakat adat, LSM, korporasi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi,” ujarnya.  

Sehingga, dari sosialisasi yang massif tersebut  dapat terwujud  usaha penangkapan ikan yang ramah lingkungan, sekaligus tercipta sumberdaya ikan yang lestari. Hal ini akan mendorong tumbuhnya sumber ekonomi baru, misalnya budidaya perikanan dan aneka olahan ikan lainnya. Sehingga, permasalahan masyarakat miskin di pedesaan pesisir dan pulau-pulau kecil bisa berkurang melalui peran dan kolaborasi bersama Bumdes. (bid/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam