Sabtu, 29 Agustus 2026
Palu  

Kepala DKP Sulteng: Masyarakat Pesisir Masih Menangkap Biota Laut yang Terancam Punah

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba bersama tiga Bupati di wilayah Banggai Besaudara usai FGD dilaksanakan oleh UPT KKP3K Banggai. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES,PALU– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Arif Latjuba mengungkapkan sejumlah permasalahan yang terjadi di kawasan KKP3K Banggai. Masalah yang cukup serius dan perlu penanganan segera pada Wilayah Pengelolaan Perikanan 714 (WPP 714) meliputi  Teluk Tolo,  adalah masih maraknya aktifitas destruktif fishing oleh masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Selain itu, masih terjadinya penangkapan Penyu, Kima, Hiu, Pari yang merupakan biota laut yang terancam punah.

“Permasalahan lainnya, adalah mengambil kerang Mata Tujuh dengan cara merusak terumbu karang (mencongkel), serta mengambil karang sebagai komoditi ekspor,” kata Arif Latjuba dihubungi di Palu, Sabtu (6/11/2021).

Permasalahan tersebut menurut Arif Latjuba, telah ia paparkan saat menjadi narasumber pada  Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan perairan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah pada 15 Oktober 2021 lalu.

FGD tersebut dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Banggai (UPT KKP3K Banggai) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah,  yang dilaksanakan dengan metode blanded, yaitu secara luring dan daring, dipusatkan di ruang rapat utama kantor Bupati Banggai.

Arif Latjuba mengatakan, dengan permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan tadi,  menjadi kewenangan UPT KKP3K Banggai sebagai pengelola untuk melakukan sosialisasi kawasan Taman Pesisir. Sebab, pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil masih minim akibat masih kurangnya sosialisasi. Belum lagi  adanya pola pikir yang keliru terhadap sumberdaya ikan dan pemanfaatannya. Termasuk tingkat pendidikan kejuruan life skill yang kurang memadai, serta tingkat ekonomi sebagian besar masyarakat di pedesaan pesisir dan pulau-pulau kecil sekitar kawasan, tergolong miskin.

Untuk diketahui katanya, Taman Pesisir Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Perairan sekitarnya di Provinsi Sulteng memiliki luas keseluruhan 856.649,13 HA. Terdiri dari 13 area, masing-masing area 1-10  di Kabupaten  Banggai, area 11 dan 12 di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta area 12dan 13 di Kabupaten Banggai Laut.

Luasnya area Taman Pesisir pada KKP3K tersebut, menuntut sosialisasi yang masif dari UPT pengelola melalui kemitraan berdasarkan Kepmen KP Nomor 21 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Kemitraan Kawasan Konservasi Perairan.

“Pemerintah dalam mengelola kawasan konservasi perairan dapat melibatkan masyarakat melalui kemitraan. Kemitraan dilakukan oleh satuan unit organisasi pengelola dengan masyarakat, masyarakat adat, LSM, korporasi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi,” ujarnya.  

Sehingga, dari sosialisasi yang massif tersebut  dapat terwujud  usaha penangkapan ikan yang ramah lingkungan, sekaligus tercipta sumberdaya ikan yang lestari. Hal ini akan mendorong tumbuhnya sumber ekonomi baru, misalnya budidaya perikanan dan aneka olahan ikan lainnya. Sehingga, permasalahan masyarakat miskin di pedesaan pesisir dan pulau-pulau kecil bisa berkurang melalui peran dan kolaborasi bersama Bumdes. (bid/palu ekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global