Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Capaian JKN, PKH dan BPNT di Parimo Masih Rendah

Kepala Sub Bidang Sosbud 1, Bappelitbangda Parimo, Irdan. Foto : ASWADIN.

PALUEKSPRES, PARIMO – Kepala Sub Bidang Sosial Budaya (Sosbud) 1, Badan Pengembangan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Irdan mengatakan, pihaknya berhasil melakukan penanganan kasus stunting di 36 Desa di daerah itu, mencapai 11, 4 persen.
Menurut Irdan, dalam hal penanganan, masih terdapat beberapa program yang berdasarkan persentasenya dinilai masih jauh dari harapan. Salah satunya, pelayanan sosial berupa bantuan pangan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) capaiannya masih rendah.
Secara umum kata dia, program tersebut telah sampai kepada masyarakat. Namun, hal tersebut, perlu dipacu kembali, sehingga frekuensi dari program itu bisa meningkat.
“Berdasarkan prestasi cukup signifikan. Sasaran lain dalam penanganan stunting adalah pasangan masa subur yakni remaja, mencapai 40 persen,” ujarnya.
Meskipun kata dia, sebelumnya terkendala dengan adanya pandemi COVID-19. ” Tetapi apabila beralasan karena adanya pandemi mungkin saja akan sulit untuk mencapai itu,” kata Irdan saat ditemui di Parigi, Senin (8/11/2021).
Untuk tahun depan kata dia, pihaknya menargetkan penanganan stunting bisa mencapai 80 persen. Karena aktivitas belajar mengajar khususnya jenjang SMA telah aktif kembali.
“Terkait dengan ini, persentase saat ini telah mencapai 11,4 persen hal itu menjadikan fokus yang luar biasa dalam hitungan angka,” jelasnya.
Lanjut dia mengatakan, dalam penanganan stunting saat ini pihaknya fokus pada 36 desa di daerah itu. Olehnya, jika hal ini ditangani dengan serius, kasus kekerdilan tersebut dapat diturunkan setiap tahunnya.
“Ternyata apa yang kita lakukan, telah memberikan dampak terhadap penurunan frekuensi yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, itu kita lakukan setiap tahunnya,” ungkapnya.
Kemudian, untuk tahun 2022 nanti tambahnya, akan ada ketambahan lokus stunting sebanyak 45 desa sesuai analisis. Secara frekuensi mengalami penurunan, akan tetapi jumlah desanya saja menyebar.
“Berdasarkan frekuensi angka 25 ke bawah itu masih merah. Sehingga, perlu kita intervensi,” ujarnya. (asw/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital