Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

BKKBN Siap Laksanakan Arahan Jokowi Soal Stunting di Indonesia. Ini Targetnya…

Perusahaan Diminta Dukungannya Tangani Stunting Melalui Dana CSR
Kepala BKKBN DR (H.C) dr Hasto Wardoyo SP.OG(K)/foto: tangkapan layar/Anita Amier/PE

PALUEKSPRES, JAKARTA- BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting siap melaksanakan arahan Presiden pada rapat terbatas percepatan penurunan stunting, 28 Januari 2021 agar angka prevalensi Stunting di Indonesia dari 27,77persen menjadi 14 Persen pada 2024 melalui pendekatan keluarga.

BKKBN telah merancang program yang diberi nama Rencana Aksi Nasional dengan Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan yang disingkat, RAN Pasti.

Hal itu disampaikan, Kepala BKKBN DR (H.C) dr Hasto Wardoyo SP.OG(K) pada Forum Nasional Stunting 2021 yang diselenggarakan secara secara daring dan luring, Selasa (14/12/2021).

Untuk mencapai target yang ditetapkan Pemerintah RI soal Stunting dari angka 27,6 Persen pada 2019 menjadi 14 persen di 2024, maka kata Hasto Wardoyo, percepatan penurunan stunting harus mencapai 3 persen setiap tahun.

Hasto mengatakan, stunting disebabkan gizi buruk yang muncul sejak awal konsepsi. Yaitu mulai dari gizi calon ibu dan ayah, sebelum menikah hingga saat kehamilan tri semester awal. “Anak dengan Stunting tidak mengalami pertumbuhan maksimal. Kemampuan intelektual akan di bawah rata-rata anak normal,” tandas Hasto.
Artinya stunting tidak hanya berpengaruh kepada fisik anak, yaitu tinggi badan yang tidak berkembang dan jauh dari rata-rata anak normal namun juga kemampuan intelektual.

Menurut Hasto, percepatan penurunan stunting sendiri sejalan dengan program pemerintah RI untuk pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 salah satunya menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang khususnya orang miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan, termasuk bayi, terhadap makanan yang aman, bergizi dan cukup sepanjang tahun.

“Menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi, termasuk pada tahun 2025 mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus di bawah usia 5 tahun dan memenuhi kebutuhan gizi remaja perempuan, ibu hamil dan menyusui, serta manula,” ujar Hasto.

Selanjutnya, di SDGs, pemerintah RI juga memprogramkan 2030 mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup, mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita yang dapat dicegah, dengan seluruh negara, berusaha menurunkan angka kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 Kelahiran Hidup dan angka kematian balita 25 per 1000.

“Saat ini, angka kematian ibu mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup,” ungkap Hasto.

Hingga kini, BKKBN telah mengumpul 68 juta data keluarga dalam rangka mewujudkan data secara mikro dalam rangka mewujudkan program sarana dan prasarana keluarga satu data. (aaa/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital