Sabtu, 8 Agustus 2026

MAXstream Rilis “Merindu Cahaya de Amstel”, Film Orisinal Mengenai Cinta dan Religi

Telkomsel melalui platform MAXstream merilis film orisinal berjudul “Merindu Cahaya de Amstel”. Film orisinal tersebut akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 20 Januari 2022. Wilayah Area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan) Telkomsel menggelar Meet and Greet film “Merindu Cahaya de Amstel” secara virtual pada Jumat (7/1/2022) bersama para pemeran diantaranya Rachel Amanda, Bryan Domani, Ridwan Remin, dan Brisia Jodie. Foto: Humas Telkomsel

PALUEKSPRES, JAKARTA– Telkomsel melalui platform marketplace konten video on-demand (VoD) terdepan dan berkualitas MAXstream menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan konten hiburan digital yang berkualitas dan inspiratif bagi seluruh kalangan di setiap fase kehidupan. Komitmen tersebut diwujudkan MAXstream yang mengawali tahun 2022 dengan merilis film orisinal berjudul “Merindu Cahaya de Amstel”. Film orisinal tersebut akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 20 Januari 2022.
Wilayah Area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan) Telkomsel menggelar Meet and Greet film “Merindu Cahaya de Amstel” yang berlangsung secara virtual dan dapat disaksikan juga melalui channel 4U MAXStream pada hari Jumat 7 Januari 2021. Momen spesial bagi pelanggan Telkomsel yang mengikuti acara ini dapat berinteraksi bersama para pemeran diantaranya Rachel Amanda, Bryan Domani, Ridwan Remin, dan Brisia Jodie.
General Manager DLS and Direct Sales Area Pamasuka Muhammad Asrullah mengatakan dalam mengawali tahun 2022, Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang berupaya menemani setiap aktivitas digital masyarakat, termasuk dalam mengakses hiburan digital berkualitas.
Hadirnya film orisinal “Merindu Cahaya de Amstel” di platform VoD terdepan MAXstream maupun di bioskop ini juga menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendukung seluruh sektor industri kreatif di Indonesia karena film tersebut diadaptasi dari novel romansa populer karya Arumi E, yang terinspirasi dari kisah nyata seorang mualaf.
“Mengangkat isu mengenai cinta dan religi yang tak ada habis-habisnya untuk diulas, film ini diharapkan dapat memberikan pandangan berbeda dalam memaknai kedua isu tersebut dan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Asrullah dikutip dari rilis Humas Telkomsel, Sabtu (8/1/2022).
Film “Merindu Cahaya de Amstel” yang semula merupakan sebuah karya novel mampu dihadirkan ke dalam bentuk karya audio visual berkat kolaborasi yang terjalin antara MAXstream dengan rumah produksi Unlimited Production.
Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, film bergenre drama romansa ini berkisah tentang cinta segitiga yang dialami oleh Khadijah Venhoveen (Amanda Rawles), seorang mualaf yang tinggal di Amsterdam dengan Mala (Rachel Amanda) dan Nicolaas Van Dijk (Bryan Domani). Tak hanya mengisahkan sisi romansa Khadijah, film ini juga mengisahkan cerita perjuangan Khadijah sebelum menemukan Islam.
Turut dibintangi oleh Maudy Koesnaedi, Ridwan Remin, Oki Setiana Dewi, dan Rita Nurmaliza, film “Merindu Cahaya de Amstel” ini merupakan kisah nyata yang dikemas secara menarik dan menjadi tontonan yang layak untuk ditunggu baik di bioskop maupun aplikasi MAXstream. Kehadiran film ini turut memperkaya daftar pilihan konten hiburan orisinal berkualitas di aplikasi MAXstream, yang dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama pelanggan Telkomsel.
“Kami berharap penayangan “Merindu Cahaya de Amstel” ini dapat memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memberikan pandangan-pandangan baru hingga nilai-nilai positif bagi siapa pun yang menontonnya. Ke depan, sebagai upaya mempertegas komitmen sebagai ‘The Home of Entertainment’, Telkomsel akan terus mengoptimalkan peran MAXstream dalam menjalin kolaborasi dengan lebih banyak lagi sineas lokal sehingga mampu menghadirkan konten orisinal yang lebih variatif bagi seluruh masyarakat sekaligus untuk memajukan industri perfilman Tanah Air,” tutup Asrullah. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital