Minggu, 9 Agustus 2026

Marah dan Termos

H. Sofyan Arsyad. Foto: istimewa

Ini pernah terjadi pada cucu Rasulullah, Imam Ali Zainal Abidin. Ketika ia hendak berwudlu, seorang budak sigap mengambil kendi dan membantu menuangkan air. Namun, kendi itu tiba-tiba jatuh dan melukai tuannya. Imam Ali Zainal Abidin pun menolehkan wajahnya.

Budak itu ketakutan. Saking takutnya seketika ia melafadkan potongan ayat al Qur’an; wa al-kaḍimina al-ghaida (orang-orang yang mampu menahan amarahnya). Lalu Imam Zainal Abidin berkata, “Saya telah menahan amarahku”. Budak itu melanjutkan, ‘Wa al-‘afina an al-nas’. Imam Ali Zainal Abidin membalasnya lagi, “Saya sungguh telah memaafkan engkau”. Dan budak itu menutupnya dengan ucapan, ‘Wallahu yuhibbu al-muhsinin’. Maka Imam Ali Zainal Abidin pun berkata, “Sungguh demi Allah, engkau telah merdeka karena Allah. Maka pergilah”.
Subhanallah. Sang budak dibebaskan bukan karena prestasinya. Tapi justru disaat dia melakukan kesalahan besar kepada tuannya.

Dalam pergaulan, kita sering telah mati-matian berkomitmen untuk tidak marah. Tapi ada saja orang yang suka memancing-mancing emosi. Sayyidina Mu’awiyah yang digelar ahlamul ‘arab (orang Arab paling bijak), punya penangkal jitu.

Suatu ketika ada orang yang mengklaim diri mampu membuat Mu’awiyah marah. Ketika berjumpa, tanpa sopan ia berkata, “Wahai Mu’awiyah, nikahkan ibumu dengan aku. Sebab dubur atau pantat ibumu besar.”
Pancingan orang itu gagal. Mua’awiyah justru dengan cerdik balik berkata; “Oh iya. Justru pantat besar ibuku itulah yang membuat ayahku sangat mencintainya”. Mu’awiyah tak marah sedikitpun. Ia bahkan menghadiahkan uang seribu dinar kepada orang itu untuk menikahi perempuan lain.

Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak seorang pun di muka bumi ini yang semasa hidupnya tidak pernah marah. Islam juga tidak dengan tegas melarang seseorang untuk marah. Benar Nabi pernah menasihati seorang sahabat, “Janganlah marah, dan bagimu surga”.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital