Kamis, 8 Oktober 2026

Ironi; Negara Agraris Dan Maritim Masih Impor Pangan

Dr Hasanuddin Atjo/ Istimewa

Garam juga menjadi komoditi yang harus diimpor. Dan impor di tahun 2020 sekitar 2,61 juta ton dengan nilai US$ 94,55 juta (Rp1,36 triliun) Di tahun 2021 impor garam industri 3,07 juta ton dari kebutuhan 4,6 juta ton. Padahal negeri ini memiliki garis pantai hampir 100.000 km, terpanjang ke dua setelah Kanada.

Fenomena ini sudah berlangsung lama. Dan siapapun yang menjadi kepala negara pasti akan pusing dibuatnya. Menjadi pertanyaan kemudian pertama mengapa impor pangan masih terus berlangsung?. Dan kedua bagaimana skenarionya agar impor pangan bisa dikurangi secara perlahan.

Dialog bersama sejumlah nitizens melalui media sosial disimpulkan setidaknya terdapat dua faktor penyebab impor pangan masih berlangsung. Pertama disorientasi formulasi kebijakan yang terkesan negeri ini “suka impor” karena lebih cepat, lebih murah sebagai upaya menjaga stabilitas, IKP atau Indeks Ketahanan Pangan.

Netizens juga mengomentari bahwa membuka kran impor belum juga disertai niat yang murni dan tulus, membantu ketersedian pangan di dalam negeri. Indikasinya sejumlah pihak harus berhadapan dengan hukum karena memdapat manfaat buat dirinya atau kelompoknya.

IKP menggambarkan akumulasi dari (1) ketersediaan pangan, (2) keterjangkauan serta (3) kualitas dan keragaman pangan di satu wilayah. Tahun 2019, IKP Indonesia sebesar 62,6 poin berada di posisi ke 62 dengan nilai ketersediaan sebesar (70,4), keterjangkauan (61,0) dan kualitas, keragaman pangan sebesar (47,1).

Di 2020, IKP mengalami kontraksi dan turun menjadi 61,4 poin dan diprediksi dampak dari pandemic Covid 19. Dan tahun 2021 turun lagi menjadi 59,2 yang memposisikan Indonesia turun peringkat dari 65 menjadi 69 di dari 113 negara yang disurvei.

Tahun 2021, IKP kita di kelompok ASEAN berada di Peringkat ke 6 setelah Singapura (74,4), Malaysia (70,1) , Thailand , (64,5), Vietnam (61,1). dan Philipina (60,0). Hanya unggul dari Myanmar, Kambodja dan Laos. Ini menjadi pukulan telak bagi negeri yang bergelar agraris dan maritim.

Menurunnya IKP tahun 2019-2021 memaksa pemerintah harus impor pangan, dikarenakan kemampuan produksi di dalam negeri tidak bisa mendongkrak ketersediaan pangan secara signifikan. Dan lagi lagi ada indikasi kebijakan itu dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu.

Kondisi ini bermakna bahwa upaya peningkatan produktifitas pangan seperti beras, jagung dan kedelai melalui sejumlah program dinilai belum mampu mengimbangi laju kebutuhan konsumsi dalam negeri. Pertanyaanya apakah juga upaya meningkatkan produksi tidak lepas dari praktek mencari manfaat?.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam