Sabtu, 8 Agustus 2026

Rendez Vous, Don’t Be Late

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Besok paginya dia baru balas dengan didahului permintaan maaf. Lengkap dengan alasan ban motor bocor. Alasan yang paling umum dan logik bagi mereka. Dan, sangat menguntungkan bagi tukang tempel ban. Entah benar atau tidak, saya sudah tidak mempersoalkannya. Pagi ini mahasiswa itu datang lagi, tepat waktu. Dan, konsultasi berjalan lancar.

*****

Pagi ini juga, mahasiswa yang lain lagi mengirimkan berita yang hampir sama.
“Assalamualaikum pak, mohon maaf mengganggu waktunya. Saya Mugsita, kemarin saya sudah janjian jam 5 ke rumah bapak tapi berhalangan pak dikarenakan motor tidak ada pak. Mohon izin bertanya pak, apakah saya bisa menemui bapak hari ini untuk meminta tanda tangan di blanko perbaikan skripsi? Mohon arahannya pak. Mohon maaf sebelumnya”.

Kalau mahasiswa yang ini, sedikit bagus. Ada sebut identitas. Juga ada kata-kata permintaan maaf. Tapi keduanya, sama-sama menggunakan alasan motor. Kepada mahasiswa yang kedua ini, saya beri apresiasi atas narasi informasi yang disampaikan. Namun saya bilang kepadanya, akan sangat bagus kalau dikirimkan sebelum jam 5 sore. Bukan satu hari setelahnya.

Terhadap kedua kejadian ini saya mengambil pelajaran betapa anak-anak kita tidak terdidik disiplin waktu. Selain itu, mereka tidak terbiasa untuk mengoreksi perilaku atau tidak merasa bersalah ketika terlambat.
Serta, tidak terajarkan meminta maaf saat terlambat. Para guru dan orang tua, dengan begitu, masih harus bekerja keras untuk membentuknya. Tentu, paling efektif sejak kecil.

*****

Saya pernah membaca buku tentang bagaimana Bung Hatta menolak seorang opsir Jepang yang datang terlambat hanya 10 menit saja. Tersebut dalam buku itu, Bung Hata bilang, “you are ten minute too late..so I can not receive you”. Saya pikir Bung Hatta sedang tunjukkan bahwa orang Indonesia juga disiplin.

Saat sekolah dahulu, setiap kali ingin berkonsultasi dengan Profesor pembimbing-ku, Gerard moutet, selalu didahului dengan janji bertemu (rendez vous). Sekretarisnya yang mencatat di buku hariannya. Apabila kita datang terlambat. Kesempatan itu akan hilang. Harus dibuat kembali janji baru. Boleh besoknya. Lusanya. Atau, seminggu. Dan bahkan, sebulan lagi. Itu, lantaran beliau telah punya agenda penting lain. Karena itu, “don’t be late”. ****

(Penulis, Guru Kecil di Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital