Sabtu, 8 Agustus 2026

The Real Professor

Muhd Nur Sangadji/ foto: Ist/PaluEkspres

Kalau kita cermati lagu berbahasa latin “Gaudeanus Igitur” yang sering dinyanyikan saat wisuda sarjana (komersium academic). Pesannya mulia sekali. Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan). Lagu ini mengiringi para anggota senat Universitas memasuki ruang upacara Wisuda. Berderet para profesor ada di dalam barisan.

Ada bait lagu yang sangat menyentuh. “Setelah masa tua yang penuh kesukaran tanah akan menguasai kita. Kita bakal mengalami kematian yang tidak seorang pun mampu menghalanginya”. Lagu ini ditulis pada tahun 1781, tapi pesan moralnya hingga tahun 2022 ini masih relevan dan mulia. Mengingatkan kita tentang kematian. Luar biasa, karena pesan itu disampaikan di dunia akademik. Patokan moral yang dipesankan lagu ini membuat kita mawas diri, rendah hati dan jauh dari hasrat memburu kebanggaan palsu.

******

Memang terasa marak diera ini. Orang seperti gila hormat. Membangga-banggakan status dan gelar. Gemar dengan gelar sepanjang panjangnya. Bila diundang, tertulis nama tanpa gelar, tidak mau datang. Bahkan, tanpa disebut gelar saat dipanggil pidato, tidak beranjak. Alasan yang seolah benar adalah sulitnya mendapatkan gelar tersebut waktu kuliah. Jadi benarlah, sekolah itu cuma untuk memburu gelar. Bukan memburu ilmu pengetahuan. Maka, segala cara digunakan untuk mendapatkannya.

Maka, anak-anak kita harus diajarkan prinsipnya. Beradab dan bermartabat. Bila mereka memburu gelar, mereka hanya akan dapatkan gelar saja. Tapi, kalau mereka memburu ilmu, mereka akan dapatkan ilmu dan gelar. Dengan kata lain, ajari mereka. Janganlah mengejar gelar. Kejarlah ilmu pengetahuannya. Dan, kamu akan dapatkan ke-dua-duanya.

Celakanya di era ini juga, justru dosen ikut-ikutan sibuk ke arena. Mereka, termasuk saya, yang sudah lulus insinyur di tahun 80-an, disuruh ikut program lagi untuk mendapatkan insinyur. Aneh, tapi semua diam saja. Saya protes. Lalu, kawan-kawan bilang, ikut saja. Sebab besok-besok nanti, yang boleh ikut terlibat proyek, harus pernah ikut program insinyur ini. Kalau tidak, tidak diakui.

*****

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital