Minggu, 9 Agustus 2026

197 Narapidana di Lapas Kelas III Parigi Dapat Remisi HUT RI

Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai saat memberikan dokumen remisi secara simbolis kepada Napi pada kegiatan remisi. Foto: Aswadin/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Sebanyak 197 Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapat remisi dalam rangka HUT ke- 77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Lapas kelas III Parigi, Didik Niryanto mengatakan, pemberian remisi kepada seratusan narapidana ini berdasarkan keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

” Jadi, pemberian remisi diberikan secara langsung, artinya tidak melalui online,” kata Didik kepada wartawan di Lapas Parigi, Rabu (17/8/2022).

Menurut Didik, dari 300 narapidana di Lapas Parigi, yang mendapat remisi pada tahun ini sebanyak 197 orang.  Termasuk kasus narkoba sebanyak 65 orang. Remisi ini jarang terjadi karena Peraturan Pemerintah atau PP Nomor  99 untuk saat ini bisa mendapatkan remisi.

“Jadi perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 99 dengan persyaratan persyaratan tertentu bagi narapidana yang terkena PP 99, namun pada saat ini persyaratan disamakan dengan warga binaan lainnya untuk mendapat remisi,” jelasnya.

Sebelumnya kata dia, pihaknya mengusulkan remisi terhadap 231 orang narapidana. Namun, jumlah yang disetujui dan berhak mendapatkan remisi hanya 197 orang.

” Bebas langsung itu tidak ada, yang ada hanya mendapat pemotongan pemotongan saja mulai dari satu sampai enam bulan,” ujarnya.

Dia mengatakan, remisi merupakan hak bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan. Dan tentunya hal ini sangat dinantikan oleh mereka. Kerena, dengan adanya remisi ini masa tahanan mereka akan berkurang saat menjalani pidana. 

“Remisi ini sebagai salah satu bentuk pembinaan pada program Lapas, agar mereka semangat menjalani pidananya, serta menaati apa yang menjadi aturan di dalam Lapas,” katanya.

Sehingga diharapkan, ketika mereka ke luar atau sudah bebas dan bertemu kembali di masyarakat, dapat menjadi manusia- manusia yang mandiri dan mampu untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha maupun bergaul dengan baik ditengah masyarakat.

“Inilah tujuan dari pemberian remisi, mudah mudahan apa yang kita harapkan dapat terwujud,” ujarnya. (asw/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital