Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Bocah 14 Tahun Rawat Bapak yang Lumpuh Seorang Diri

BREBES, PE – Ingat dengan Tasripin? Bocah 12 tahun asal Gunung Lurah, Cilongok yang harus menghidupi ketiga adiknya. Kisah Tasripin begitu menghebohkan di tahun 2013 silam. Kini, kisah hampir serupa muncul lagi.

Ialah Sukendar, bocah berusia 14 tahun harusnya sekolah di SMP. Tapi, bocah itu sudah putus sekolah sejak dia duduk di bangku kelas 4 SD. Sukendar mesti merawat bapaknya yang bernama Rasim. Keduanya tinggal dalam gubuk reyot di Grumbul Dukuh Pucung Desa Karangbawang, Ajibarang, Brebes.

Rasim mengalami lumpuh. Enam tahun lalu dia pernah diperiksa dokter dan disarankan dirawat di rumah sakit. Hasil pemeriksaan, Rasim terkena gangguan syaraf pada tulang yang tidak bisa menekuk. “Tapi uang darimana untuk dirawat di rumah sakit,” katanya.

Kini, setiap hari Rasim dirawat oleh Sukendar. Rasim menceritakan, sang istri terpaksa merantau ke luar kota untuk mencari nafkah. Istrinya memang masih mengirimi uang. Namun, Rasim mengaku jumlahnya jauh dari kata cukup untuk kebutuhan setiap hari.

“Sukendar punya kakak. Tapi, kakaknya juga menderita sakit syaraf dan nyaris lumpuh. Anak pertama saya itu dirawat seorang ustad di Karanglewas,” kata dia. Tak ayal, beban hidup banyak ditanggung Sukendar. Setiap hari Sukendar menyiapkan makanan, mencuci, mencari kayu bakar, dan juga memasak.

Sukendar pula yang menyuapi dan memandikan bapaknya. Yang bikin miris lagi, gejala sakit yang diderita Rasim juga dialami oleh Sukendar. Saat beraktivitas untuk jongkok, Sukendar selalu kepayahan. Kedua kakinya seakan tidak bisa menekuk.

Sementara itu, Sukendar mengaku, dia sesungguhnya ingin bersekolah seperti anak seusianya. Tapi, impian sederhana itu seakan tetap impian tak kunjung nyata. Sukendar sulit sekolah karena tak ada biaya, dan juga mesti merawat ayahnya.

Ketua RT setempat Sahud mengatakan, kondisi warganya itu memang memprihatinkan. Dia menambahkan, tetangga Rasim sering ikut memberi bantuan makanan. “Tapi ya hanya sebatas itu bisanya” kata dia.

(gus/dis/yuz/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital