Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Namanya Disebut dalam Skandal Korupsi Korupsi e-KTP, Mantan Dosen Untad Ini Cuma Tertawa

PALU, PE – Mantan Anggota DPR asal Sulawesi Tengah Murad U Natsir menanggapi santai soal anamanya disenut-sebut dalam skandal korupsi E-KTP yang saat ini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dihubungi melalui ponselnya, Murad yang kini menjadi tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Luwuk bersedia menjelaskan panjang lebar posisinya dalam pusaran kasus mega korupsi yang melibatkan sejumlah nama besar itu.

Menurut dia, sebagai komisi yang bermitra dengan pemerintahan, dirinya memang ikut terlibat dalam pembahasan e-KTP oleh Kemendagri saat itu. Namun keterlibatannya hanya sebatas dalam pembahasan. Namun ia tidak berurusan dengan uang apa lagi jika sampai menerima uang senilai Rp169.000.000 atau USS 13 ribu (kurs 13 ribu) tersebut.

“Jangankan pernah menerima berniat untuk melakukan pun ia tidak pernah,” bantah Murad.
Menurut dia, dari 51 anggota termasuk pimpinan komisi II saat itu, dirinya termasuk salah satu yang tidak mendengar ada dana triliunan yang berseliweran di DPR.

Dalam pembahasan kata dia, memang mengemuka sejumlah angka sebagai biaya pengadaan proyek e-KTP tersebut. Namun angka-angka itu adalah kewenangan eksekutif dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri sebagai kuasa pengguna anggaran.
Di Komisi II memang ada kelompok yang membahas anggaran di samping Badan Anggaran itu sendiri. Namun dirinya tidak terlibat dalam komposisi keanggotaan pada dua badan itu.

“Dengan demikian wajar saja jika saya tidak tahu menahu soal dana apalagi ikut menerimanya,” klaim Murad.

Munculnya namamya di penerbitan Majalah Tempo, bagi mantan Dosen Universitas Tadulako ini bukan sesuatu yang harus dirisaukan.

“Saya santai saja. Saya merasa tidak ada sangkut pautnya dengan korupsi e-KTP jadi kenapa harus galau,” katanya tertawa.

Sebelumnya diberitakan, bersama Murad U Nasir, ada sejumlah nama tenar lainnya, antara lain kandidat petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama di urutan 8 lalu ada politisi Golkar Nurul Arifin di urutan 24, mantan Ketua KPP Partai Rakyat Demokratik yang kini menjadi politisi  PDIP Budiman Sudjatmiko urutan 10 lalu ada lagi Gray Koes Moertiyah keturunan keluarga Keraton Solo di urutan 5. Nama tenar lainnya ada politisi PKB Khatibul Imam Wiranu di urutan 6 serta politisi PKS Almuzsamil Yusuf di urutan 14.

Majalah Tempo edisi 13-19 Maret 2017 menempatkan Murad U Nasir, sebagai salah satu penerima dana super jumbo itu. Politisi Golkar ini berada di urutan 27 di antara 37 nama anggota Komisi II DPR RI yang menerima dana dengan total senilai U$ 556 ribu atau Rp5, 39 miliar.

(kia/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital