Selasa, 20 Oktober 2026

Ini Dua Bahasa Daerah di Sulteng yang Terancam Punah

Ini Dua Bahasa Daerah di Sulteng yang Terancam Punah
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Aminuddin Azis, M.A, Ph.D. Foto: Abidin/paluekspres

Dua bahasa daerah di Sulawesi Tengah  terancam punah yaitu Bahasa Dampelas dan Bahasa Kaili. Namun, dari kedua bahasa daerah tersebut, Bahasa Dampelas paling terancam punah.

Tak berbeda jauh kondisinya dengan seluruh bahasa daerah yang ada di Sulawesi Tengah. Total 22 bahasa daerah yang ada di provinsi ini, semuanya mengalami kemunduran.

“Semuanya mengalami kemunduran dan lama kelamaan akan punah,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum di sela-sela pelaksanaan Rakor Antarinstansi dalam Rangka Implementasi Model Perlindungan Bahasa Daerah yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Sulteng, Kamis (16/3/2023) di Best Western Coco Palu.

Menurutnya, kemunduran terhadap kondisi ke-22 bahasa daerah yang ada di Sulteng ini karena beberapa faktor. Pertama, karena dukungan pemerintah daerah yang kurang. Ke dua, muatan lokal sporadis. Ke tiga, Perda tak ada. Ke empat, kampanye untuk berbangga menggunakan bahasa daerah sangat terbatas.

“Semua itu terakumulasi menjadi faktor yang berdampak pada status mengalami kemunduran bagi bahasa daerah,” ujar Asrif.

Indikator yang menguatkan jika bahasa daerah yang ada di Sulteng itu terancam punah lanjutnya, bisa dilihat dari jumlah pengguna bahasa daerah yang semakin hari samakin berkurang.

“Fakta sehari-hari bisa dilihat di kampus- kampus, bagaimana mahasiswa dari etnis Kaili sudah tidak menggunakan lagi bahasa daerahnya,” ujarnya.

Selain itu, regulasi yang tidak mendukung serta frekuensi penggunaan bahasa daerah yang sangat minim jadi indikator yang menguatkan status kemunduran dan tak menutup kemungkinan nantinya mengalami kepunahan.

Makanya, sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bahasa daerah yang terancam punah, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rakor. Pada kegiatan ini katanya, seluruh komponen dilibatkan baik dari pemerintah provinsi, kabupaten kota, budayawan dan masyarakat umum. Sehingga, bahasa daerah bisa kembali  menjadi bahasa kembanggaan dan bahasa identitas.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Aminuddin Azis, M.A, Ph.D menjelaskan, kondisi bahasa daerah di Indoenesia,  seluruhnya mengalami kemunduran akibat jumlah penutur dan frekuensi penggunaannya yang semakin berkurang.

Kalau sebelumnya, menurut Aminuddin, tren kemunduran bahasa daerah terjadi di wilayah timur Indonesia. Karena memang jumlah bahasa daerah di Indonesia, lebih dari setengahnya berada di wilayah timur. “Tentunya, potensi kehilangannya di wilayah timur Indonesia lebih besar di banding di wilayah lainnya,” ujarnya.

Misalnya, total ada 718 bahasa daerah di Indonesia. Sebanyak 428 bahasa berada di wilayah Papua dan 72 NTT. Di Sulawesi juga terdapat puluhan bahasa daerah.

Namun, beberapa tahun terakhir ini, kondisi kemunduran bahasa daerah juga mulai bergeser ke wilayah tengah hingga ke wilayah barat Indonesia.  Artinya, ancaman kepunahan yang dialami bahasa daerah bukan hanya terjadi di wilayah timur, tapi sudah terjadi secara merata secara nasional. (bid/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam