Stunting terjadi pada bayi akibat kurangnya asupan gizi mulai dari kandungan ibu hingga bayi lahir berumur 2 tahun. Pertumbuhan bayi tidak sesuai dengan usianya. Ukuran tubuh bayi biasanya lebih pendek, kecil dan kurus.
Inilah yang membuat Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1306-16/Palu Selatan Koptu Basri sebagai bapak asuh stunting memantau secara langsung anak dengan keterbatasan fisik, yakni nama Aisha dan Shalihah di Jl. Nunumbuku, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jum’at (07/04/2023).
Melalui kegiatan komunikasi Sosial (komsos), Babinsa memberikan edukasi dan sosialisasi tetang pencegahan stunting kepada warga yang dimulai dari calon pengantin dan orangtua. Mereka juga diarahkan untuk rajin berkonsultasi kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Puskesmas agar bila lahir bayi yang tidak berdampak stunting.
Sebagai Babinsa, Koptu Basri juga menghimbau kepada warga, stunting sangat perlu mendapatkan perhatian khusus. Lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin untuk meminimalisir terjadinya kenaikan angka stunting demi masa depan anak.
“Sasaran utamanya adalah anak gagal tumbuh, usia balita yang tidak sesuai berat dan tinggi badan seperti balita lainnya. Semoga dengan adanya edukasi dan antisipasi sedini mungkin kepada warga, ke depan generasi kita lahir sehat dan cerdas,” ujar dia. ***





