Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Kader Bela Negara Sarana Cinta NKRI

PALU, PE – Beberapa daerah di wilayah Indonesia pernah mengalami krisis kebangsaan akibat konflik kekerasan horizontal dan vertikal. Eksistensinya mengancam disharmoni sosial, stabilitas politik, disentegrasi bangsa.

Bahkan cenderung terjadinya pemisahan keutuhan NKRI. Disisi lain berkembang kelompok radikal yang berafiliasi dan berbaiyat ke ISIS dan gerakan paham ekstrim kiri yang sampai saat ini menjadi permasalahan primer.

Karena itu dibutuhkan pemantapan wawasan kebangsaan. Meskipun berbagai upaya recovery terhadap situasi dan kondisi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun berbagai konflik dan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara masih saja muncul.

Hal tersebut dibarengi dengan munculnya era globalisasi, reformasi dan transisi demokrasi yang ekses negatifnya terhadap ekslusifisme otonomi daerah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jika hal ini tidak dikelola dengan cerdas dan bijak sesuai dengan hak dan kewajiban konstitusi berdasarkan pancasila dan UUD 1945, dan melalui langkah-langkah yang sistematis dan strategis yang dituangkan dalam program peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Kebijakan program penanaman nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara  merupakan salah satu sarana yang paling konseptual dan strategis, sebagai upaya untuk membentuk mentalitas bangsa indonesia yang dapat mencegah terjadinya benturan berbagai konflik di tengah-tengah kepentingan masyarakat yang majemuk dan plural, dalam kerangka tetap tegaknya negara kesatuan republik indonesia.

Demikian Asisten Administrasi Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pemprov Sulteng, M Arif Latjuba, mewakili Gubernur Sulteng dalam kegiatan pembentukan kader bela negara di Pangkalan TNI AL-Watusampu, Senin (20/3).

Pembelaan negara menurutnya adalah pola sikap perilaku yang dijiwai kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta menghayati dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

“Dengan pola ini, warga negara memiliki hak dan kewajiban serta tanggung jawabnya dalam membela bangsa dan negara demi eksistensinya sebagai anak bangsa, dengan tidak membedakan suku, ras dan agama, serta sesuai dengan kemampuan dan bidang profesi-nya masing-masing,” jelas Arif Latjuba.

Spektrum bela negara menurutnya sangat luas, dimulai dari yang paling halus, yaitu hubungan baik antar sesama warga dilingkungannya, berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara
Sampai dengan yang paling keras, yaitu dalam wujud perilaku bekerja keras, menciptakan keamanan, memberantas tindakan KKN, melawan peredaran penyalahgunaan miras dan narkoba, memberikan konstribusi bagi penegakan hukum dan HAM, menangkal adanya terorisme dan faham radikalisme, serta menangkal ancaman nyata musuh bersenjata sesuai dengan profesi masing-masing.

Arif bergarap peserta memanfaatkan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Sehingga bisa memahami dan mempelajari apa yang terkandung dalam semangat nilai-nilai wawasan kebangsaan dan bela negara.

Terbentuk kualitas pribadi yang memiliki rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, menghayati dan mengamalkan Pancasila
“Pada akhirnya nanti peserta memiliki tanggungjawab sebagai warga negara yang rela berkorban untuk membela dan menjaga kedaulatan, keutuhan NKRI,”demikian Arif.

(humas Kota Palu)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital