Luwuk, PaluEkspres.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan berbagai upaya langkah progresif untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat khususnya di perdesaan melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Program ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Program EKI ini berbeda dengan program kami sebelumnya, karena di sini kami tidak hanya melakukan iven yang sekali selesai, namun juga melakukan pendampingan mulai dari pra-inkubasi, inkubasi dan pasca-inkubasi,” kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Triyono Raharjo, Sabtu (28/10/2023).
Triyono menyampaikan bahwa program EKI di perdesaan ini akan mengoptimalkan potensi yang ada di perdesaan yaitu potensi alam, budaya, sosial, dan finansial dengan ketersediaan akses keuangan dari berbagai sektor jasa keuangan seperti perbankan, pembiayaan dan layanan IJK yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa Lukpanenteng.
Program EKI akan mensinergikan peran para pemangku kepentingan di daerah seperti Pemda, Kemenparekraf, Kemendes, OJK dan Bank Indonesia dengan berbagai layanan dan produk
lembaga jasa keuangan seperti program Rekening Pelajar (Kejar), program Laku Pandai, KUR, UMi, Security Crowd Funding (SCF), dan QRIS.
Program EKI ini selanjutnya digunakan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
di seluruh Indonesia termasuk program TPAKD dari Kabupaten Banggai Kepulauan.
Lebih lanjut, Triyono menjelaskan bahwa Desa Lukpanenteng dipilih menjadi kick off EKI dengan mempertimbangkan potensi wisata Danau Paisupok sepaket dengan Laguna
Paisubatango dan Pantai cantik Poganda serta keindahahan ekosistem bawah laut di spotspot diving yang ada di Desa Lukpanenteng. Selain itu untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan itu sendiri.
Selain itu, TPAKD Kabupaten Bangkep saat ini memiliki program yang berfokus pada peningkatan dimensi ekonomi dan literasi edukasi melalui pembukaan akses perbankan dan program mengajar kepada masyarakat di Bangkep sehingga diharapkan program EKI dapat mendorong pemerataan akses keuangan serta literasi edukasi bagi masyarakat di Kabupaten Bangkep.
Program EKI juga mencakup penyediaan program penunjang ekonomi wisata kedepan di desa atau yang dalam bentuk pemberian sertifikasi tenaga selam (diving) kepda anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Bumdes yang ditunjuk. Program ini merupakan upaya peningkatan kemampuan yang berlisensi agar dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan pada sektor wisata desa.
Program Desa EKI Lukpanenteng dilakukan OJK Sulteng bekerjasama dengan lembaga keuangan terkait, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Tim Percepatan Aksek Keuangan Darah (TPAKD) Kabupaten Bangkep.
PROGRAM BERKELANJUTAN
Implementasi EKI di desa Lukpanenteng dilaksanakan secara berkelanjutan dari Maret sampai dengan November 2023 dan diikuti oleh sebanyak 500 orang dari berbagai kelompok masyarakat di antaranya petani, perempuan, nelayan, UMKM dan [elajar.
Rangkaian kegiatan akan dilakukan melalui tiga tahapan optimalisasi potensi desa yaitu:
- Tahap pra-inkubasi, dalam tahap ini dilakukan proses identifikasi dan pemetaan
potensi desa dalam bentuk survey (berupa potensi fisik, alam, manusia, sosial,
dan finansial) yang dilakukan pada Maret 2023. - Tahap inkubasi, pemberian pendampingan dan edukasi keuangan, serta pemberdayaan
masyarakat. Tahap ini akan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan
secara berkelanjutan mulai dari akhir April 2023 s.d Penghujung Agustus 2023
oleh stakeholders terkait yaitu Bank Sulteng maupun Organisasi Perangkat Daerah
(OPD).
Beberapa bentuk pelatihan dan pendampingan yang akan dilaksanakan antara lain,
pembukaan agen laku pandai Bank Sulteng di Desa Lukpanenteng, Sertifikasi Pemandu
Selam kepada anggota Pokdarwis dan Bumdes, Pembukaan 100 rekening Simpanan
Pelajar di SDN Impres dan SMP Satap Desa Lukpanenteng yang di maintance secara
berkala oleh Bank Sulteng Cabang Salakan, Edukasi dan Sosialiasi Keuangaan Kepada
Masyarat Desa, Publikasi Wisata Paisupok secara masif oleh OJK dengan menghimbau
kepada seluruh anggota Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK IJK Sulteng)
melalui media promosi dan publikasi masing-masing industri di Sulteng. - Tahap pasca inkubasi, dalam tahap ini diharapkan masyarakat desa sudah dapat
menggunakan berbagai produk keuangan secara optimal. Selanjutnya telah
dilaksanakan identifikasi hasil pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan
untuk mengukur capaian peningkatan inklusi keuangan pada masyarakat desa pada
Oktober 2023.
Serta pemberian SIMPEL Award untuk pemenang Rajin Menabung kepada siswa SDN
Inpres Desa Lukpanenteng atas nama Fredi Lorenzo, kelas 3 dengan frekuensi
menabung sebanyak 60 kali pada rentan waktu Juli sampai dengan Oktober 2023. Lomba SIMPEL
Award ini diharapkan dapat menumbuhkan keinginan dan semangat menabung kepada
pelajar di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pemberian Simbolis Simpel Award dilakukan pada pembukaan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) bertempat di RTH Teluk Lalong, Banggai pada tanggal 28 Oktober 2023.
Melalui tiga tahapan tersebut, upaya peningkatan inklusi keuangan akan terbangun secara
optimal dan terukur sehingga mendapatkan hasil sesuai tujuan dalam mengembangkan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lukpanenteng. (bid/paluekspres)






