Minggu, 9 Agustus 2026

Industri Keuangan di Sulteng Terjaga Stabil, Aset Perbankan Tumbuh 4,8 Persen di Desember 2023

Aset Perbankan di Sulteng Tercatat Rp73,58 Triliun di September 2024, Tumbuh 18,39 Persen
Kepala OJK Provinsi Sulteng, Triyono Rahardjo. Foto: Dok

Palu, PaluEkspres.com – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah (KOJK Sulteng) menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sulawesi Tengah sampai Desember 2023 tetap terjaga stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.

Kepala OJK Provinsi Sulteng Triyono Rahardjo mengatakan, perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah tumbuh positif seiring kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan.

Hal itu tergambar pada asset dan kredit perbankan di periode Desember 2023, mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year dengan posisi aset perbankan tercatat sebesar Rp64,66 triliun. Pada periode yang sama di tahun 2023, asset perbankan tercatat Rp61,69 triliun  atau tumbuh 4,81 persen yoy.

“Sedangkan penyaluran kredit tercatat sebesar Rp48,58 triliun  atau tumbuh 14,36 persen secara year on year (yoy),” kata kepala OJK Sulteng melalui siaran pers yang diterima media ini, Rabu (31/1/2024).

Namun menurutnya, ada satu indikator yang terjadi penurunan yaitu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada periode Desember 2022, DPK tercatat sebesar Rp32,69 triliun sementara periode yang sama di tahun 2023, DPK sbeesar Rp31,69 triliun atau turun 3,06 persen secara yoy.

Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 153,49 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali pada level aman dengan non-performing loan 1,75 persen.

Kinerja perbankan syariah juga mengalami peningkatan.  Nilai aset pada periode Desember 2022 tercatat sebesar Rp2,67 triliun, sedangkan pada periode yang sama pada 2023 sebesar Rp3,06 triliun atau meningkat  14,61 persen yoy.

Pembiayaan syariah masih menunjukkan tren positif tumbuh sebesar 12,92 persen yoy menjadi Rp2,71 triliun dari tahun sebelumnya di periode yang sama yang hanya mencapai Rp2,4 triliun.

OJK juga terus mendorong masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan pembiayaan syariah namun juga memanfaatkan produk simpanan bank syariah agar dana pihak ketiga perbankan syariah dapat bertumbuh lebih optimal. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital