Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Pentingnya Seni Bertanya Dalam Proses Pembelajaran

Firima Z. Tanjung. Foto: Istimewa

Firima Zona Tanjung

(Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan)

Mengajukan pertanyaan merupakan hal mendasar dalam berkomunikasi, terlebih pada konteks pembelajaran. Seorang pendidik yang memiliki peran signifikan di kelas tentu sangat dinantikan performanya guna melibatkan peserta didik secara aktif dalam aktivitas pembelajaran melalui interaksi tanya-jawab.

Cough lewat tulisannya berjudul “What is so important about asking questions?” menyatakan bahwa keterampilan seorang pendidik mengajukan pertanyaan akan berdampak positif pada eksplorasi pemahaman konsep atau pola berpikir peserta didiknya. Bahkan, seorang pendidik dapat mendeteksi miskonsepsi peserta didik melalui cara mereka mengelaborasi. Ringkasnya, interaksi intensif menggunakan pertanyaan dapat membangun komunikasi konstruktif di kelas.

Namun, pada tataran praktik, seni bertanya masih belum optimal implementasinya. Zein dkk dalam artikel reviunya “English language education in Indonesia: A review of research (2011–2019)” yang terbit di tahun 2020 menyatakan bahwa kemampuan bertanya masih menjadi momok dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil riset Sunggingwati dan Nguyen di tahun 2013.

Lebih lanjut, temuan penelitian tersebut mendapati pertanyaan hanya berorientasi pada pemahaman tekstual dan dominansi level pertanyaan tingkat rendah. Sebagai konsekuensi, aktivitas pembelajaran terkesan monoton. Kondisi inilah yang menyebabkan kurang “riuhnya” kelas akan letupan gagasan atau pertanyaan peserta didik. Namun demikian, kita tak bisa mungkir bahwa pemelajar saat ini mempunyai akses informasi yang tak terbatas, baik melalui aplikasi, website, portal berita digital, maupun media sosial.

Lantas, apa yang dapat dilakukan para pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang interaktif dan bermakna agar peserta didik lebih kritis dan berkembang ditinjau dari kecerdasan intrapersonal melalui seni bertanya di era Artificial Intelligence (AI) ini?

Pertama, ciptakan hubungan mutual di kelas. Hal ini primer dalam proses pembelajaran. Bahkan, lewat tulisan ilmiah “The effect of teacher-student relationships on the academic engagement of students”, Varga menyebutkan hubungan pendidik dan peserta didik merupakan pondasi yang harus dibangun dengan kokoh agar motivasi dan kerjasama, serta capaian yang ditetapkan dalam aktivitas pembelajaran dapat terwujud.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa pendidik harus mengupayakan terlaksananya beberapa hal seperti rekognisi kemampuan akademik, minat, dan analisis masalah yang dialami oleh peserta didik. Tentu saja, dengan mengimplementasikan ketiganya, sense of belonging peserta didik terhadap pembelajaran di kelas dan perkembangan sosial mereka akan terbentuk secara gradual.

Kedua, gunakan beragam tipe pertanyaan diantaranya clarifying, adjoining, funneling, dan elevating questions sebagaimana diusung Pohlmann dan Thomas dalam artikel “Relearning the Art of Asking Questions”. Masing-masing tipe pertanyaan akan memberikan kesempatan untuk:

1) mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan oleh peserta didik atau pendidik sebelumnya dan mengarahkan keduanya pada serangkaian pertanyaan lanjutan yang relevan terkait objek bahasan;

2) menanyakan suatu hal yang tidak dibahas selama membaca teks atau selama sesi diskusi berlangsung di kelas. Tipe kedua ini sangat penting agar peserta didik mampu mengeksplorasi suatu bidang kajian pada konteks yang berbeda dengan dibantu oleh pendidik. Dengan demikian, pemahaman yang terbentuk akan lebih komprehensif dan multikonteks;

3) menanyakan suatu hal secara analitik sehingga terelaborasilah faktor penyebab dan pondasi berpikir seseorang;

dan 4) menanyakan isu lebih besar yang melatarbelakangi suatu permasalahan atau objek bahasan. Dengan mengkombinasikan empat tipe pertanyaan tersebut, bentuk interaksi peserta didik dan pendidik menjadi lebih konstruktif, komprehensif, dan menghadirkan situasi pembelajaran yang suportif bagi seluruh anggota komunitas belajar di kelas.

Ketiga, ambil jeda berpikir. Artinya, pendidik mengajarkan peserta didik untuk tidak tergesa-gesa membuat perspektif yang berimplikasi pada prematurnya pemahaman. Tentu saja, pertanyaan tersebut perlu ditelaah secara holistik. Tindakan ini penting bagi peserta didik agar mereka mampu menganalisis komponen yang ditanyakan dan urgensinya. Benar, saat ini akses informasi sangat luas, tetapi kemampuan mengontrol dan mengambil jeda sejenak melalui perangkaian simpul bertaut antarvariabel sangat penting sebagai motor penggerak untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Secara singkat, sikap tidak terburu-buru inilah yang dibutuhkan agar diskusi kelas menjadi lebih kritis, analitik, konstruktif, dan berimbang.

Keempat, ajarkan literasi digital. Poin penting terakhir ini juga memerlukan porsi khusus dalam proses pembelajaran. Di dunia yang serba digital dengan beragam opsi generative AI (kecerdasan buatan generatif) untuk membantu proses pembelajaran, pendidik harus memberi arahan dan batasan penggunaan generative AI.

Artinya, generative AI dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi. Akan tetapi, suatu informasi yang dihasilkan oleh generative AI tidak dapat serta-merta dianggap sebagai sesuatu yang valid, mengingat urgensi penelusuran dan eksplorasi ilmiah atas variabel dan konteks terkait perlu dilakukan secara saksama.

Dengan demikian, utilisasi sumber digital termasuk website, aplikasi digital, media sosial, dan generative AI bisa digunakan sebagai langkah awal eksplorasi jawaban atas suatu pertanyaan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pendekatan saintifik dalam proses penguraian faktor penyebab, potensi masalah, dan alternatif penyelesaiannya.

Pada akhirnya, seorang pendidik harus mampu membangun hubungan peserta didik-pendidik sebagai faktor penentu terciptanya atmosfer kondusif dalam penyelenggaraan pendidikan. Tentu saja, utilisasi tipe pertanyaan yang variatif dan generative AI secara tepat dengan mengarusutamakan literasi digital, pemberian jeda dalam berpikir, serta implementasi pendekatan saintifik turut mendukung terbentuknya pola pikir peserta didik yang kritis, analitik, dan komprehensif.

Kiranya, serangkaian proses tersebut menjadi sentuhan seni seorang pendidik agar rasa keingintahuan maupun kemampuan analisis masalah berbasis konteks peserta didik perlahan-lahan terakomodir melalui aktivitas bertanya di kelas. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia