Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

DKP Sulteng Hadirkan 25 Co Fasilitator di Pelatihan Penanganan Sampah Laut

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba. Foto: PPID DKP Sulteng

Palu, PaluEkspres.comDinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan dan Penanganan Sampah Laut bagi Co Fasilitator di Kabupaten Kota Se-Sulawesi Tengah.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu – Kamis (7-8/8/2024), di Hotel Best Wester Coco, diikuti 25 peserta dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng. Peserta merupakan perwakilan kelompok atau Lembaga swadaya Masyarakat (LSM), apparat desa/kelurahan, serta pendamping desa/kelurahan.

Kepala DKP Sulteng Moh. Arif Latjuba saat membuka pelatihan menyampaikan, wilayah pesisir pada dasarnya tersusun dari berbagai macam ekosistem mangrove, terumbu karang, estuaria, pantai berpasir dan lainnya yang satu sama lain saling berkait dan tidak berdiri sendiri.

Perubahan atau kerusakan yang menimpa satu ekosistem akan menimpa ekosistem lainnya. Selain itu wilayah pesisir juga dipengaruhi oleh berbagai macam kegiatan manusia maupun proses- proses alamiah yang terdapat di lahan atas (upland areas) maupun laut lepas (Oceans).

“Salah satu yang mempengaruhi wilayah pesisir dan laut adalah  pencemaran sampah laut,” kata Arif Latjuba saat menyampaikan kata sambutannya.

Kepala DKP Sulteng mengungkapkan, sampah plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran tanah ataupun laut.

Selain sulit untuk terurai, proses pengolahan sampah ini pun menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik. Untuk bisa terurai secara alami dibutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

“Fenomena sampah plastik sudah menjadi masalah yang begitu serius di seluruh dunia,” ujarnya.

Pelatihan Co-Fasilitator 2024 yang diinisiasi DKP Sulteng itu menghadirkan lima narasumber, di antaranya Abd. Rasyid, A.Pi, M.Si selaku Kepala Bidang PRL DKP Provinsi Sulteng.

Hasim R selaku kepala Bidang Riset, Inovasi dan Teknologi BRIDA Sulteng, Roni Hermawan, S.Pi, M.Si selaku Dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan UNTAD;  Edy Supriyanto, Asst. General Secretary ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia); Dirsan Masra pegiat Bank Sampah NAVOE Taipa. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital