Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

DKP Sulteng Berkunjung ke Kendari, Studi Tiru Pelabuhan Perikanan Samudra Kendari

DKP Provinsi Sulteng berkunjung ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis – Ahad (8-11/8/2024), untuk pengembangan wawasan kepelabuhanan perikanan. Foto: Kiriman Iffat

Kendari, PaluEkspres.com – Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkunjung ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kunjungan yang berlangsung,  Kamis – Ahad (8-11/8/2024), bertujuan untuk pengembangan wawasan kepelabuhanan perikanan.

Rombongan DKP Sulteng yang terdiri delapan orang dipimpin langsung Kepala DKP Sulteng Moh. Arif Latjuba, mengunjungi di antaranya, Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari di Teluk Kota Kendari dan Tracking Mangrove Lahundape Kota Kendari.

“Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja kelembagaan maupun personal UPTD dan bidang terkait. Fasilitasi pelaksanaan kegiatan ini melalui UPTD Pelabuhan Perikanan dan KKP3K Wilayah II DKP Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Arif Latjuba.

Saat berkunjung ke PPS Kendari, Kepala DKP Sulteng didampingi Kepala UPTD PP dan KKP3K Wilayah II,  Iffat, S.Pi, MT., Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut, Abd.Rasyid, A.Pi, M.Si., Kepala Seksi Kepelabuhanan sekaligus Pengawas Perikanan., Suardin, S.Pi., diterima langsung Kepala PPS Kendari Syahril Abd.Raup, ST, M.Si.,  dan Kadis DKP Provinsi Sulawesi Tenggara,  La Ode Kardini, SE, M.Si., yang diwakili oleh Pejabat Fungsional, Femmy, A.Pi.

Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari merupakan pelabuhan perikanan yang menjadi kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, berkedudukan di Kota Kendari. PPS Kendari merupakan salah satu etalase utama industri perikanan di Kawasan Timur Indonesia khususnya kawasan Sulawesi dengan Fishing Ground Potensial WPP 714 (Laut Banda dan Teluk Tolo) dan WPP 715 (Teluk Tomini).

PPS Kendari mulai beroperasional mulai tahun 1990dengan luas wilayah Pengopersian Perairan 8.72 Hekatre, wilayah kerja perairan 33,20 Hektare, wilayah pengoperasian daratan 59,34 Hektare dan wilayah kerja daratan 42,65 Hektare. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital