Senin, 10 Agustus 2026

Donggala Optimasi Lahan Seluas 2.000 Hektar

 

Untuk Mendukung Program Swasembada Pangan 2016
DONGGALA, PE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Donggala melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanakeswan)  berhasil melakukan optimasi lahan pertanian seluas 2.000 hektar. Distanakeswan juga telah membangun jaringan irigasi yang mampu mengairi sawah seluas 3.000 hektar.

Hal ini disampaikan Kepala Distanakeswan Donggala Ir Sofyan Dg. Malaba, M.Si melalui Kepala Bidang  Pengelolaan Lahan dan Air (PLA)  H. Ansar, SP, M.Si kepada Palu Ekspres, Sabtu, 12 September 2015. Ansar mengemukakan, anggaran optimasi lahan dan biaya pembangunan jaringan irigasi dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015. Anggaran optimasi lahan dan pembangunan saluran irigasi dikucurkan dalam bentuk bantuan sosial (Bansos) yang langsung kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Menurut Ansar, kegiatan optimasi lahan seluas 2.000 hektar menelan anggaran sekira Rp2,4 miliar. Tiap hektar lahan yang dioptimasi menghabiskan biaya sebesar Rp1,2 juta. “Kegiatan optimasi lahan dan pembangunan jaringan irigasi untuk mengairi sawah seluas 3.000 hektar di Donggala  telah terealisasi 100 persen,” ungkapnya lagi.
Sebenarnya urai Ansar, Donggala masih mendapat kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) untuk mengoptimasi lahan seluas 400 hektar. Namun, anggaran ini dikembalikan ke pusat, karena lahan yang dioptimasi memang sudah tidak tersedia.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan anggaran dalam APBN-P untuk membiayai pembangunan saluran irigasi untuk mengairi 7.000 hektar sawah. Namun, dari jumlah itu yang bisa direalisasi hanya pembangunan saluran irigasi untuk sawah seluas 2.000 hektar. “Karenanya, dana APBN-P untuk pembuatan saluran guna mengairi sawah seluas 5.000 hektar direlokasi pemerintah provinsi ke kabupaten lain di Sulteng,” jelas Ansar.

Ansar mengemukakan, pemerintah pusat mengucurkan bantuan sosial (Bansos) baik yang berasal dari APBN maupun APBN-P 2015 bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Donggala, dengan tujuan besar adalah swasembada pangan 2016. Dia optimistis, Kabupaten Donggala bisa menjadi salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Sulteng. “Setidaknya, kita bisa swasembada pangan untuk wilayah kita sendiri,” pungkasnya.(fal)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization