Minggu, 30 Agustus 2026

Journalist Class Angkatan 10, Wakil Kepala OJK Sulteng Harap Wartawan Aktif Edukasi Keuangan Masyarakat

Wakil Kepala OJK Sulawesi Tengah, Budi Hamdani. Foto: Abidin

Makassar, PaluEkspres.com – Journalist Class Angkatan 10 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institut di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berakhir.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (4-5/11/2024), diikuti  38 media dari Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Enam media dari Sulawesi Tengah diberi kepercayaan oleh OJK Provinsi Sulawesi Tengah untuk ambil bagian dari upaya OJK meningkatkan literasi keuangan di kalangan jurnalis.

Wakil Kepala OJK Sulawesi Tengah, Budi Hamdani, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para jurnalis tentang tugas, fungsi, dan peran OJK, khususnya dalam pengawasan terhadap layanan jasa keuangan serta perlindungan konsumen.

“Kami berharap jurnalis yang ikut dapat membawa pemahaman baru tentang literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat. Ini bukan sekadar informasi, tetapi edukasi penting yang perlu dipahami publik tentang sektor jasa keuangan,” ungkap Budi Hamdani kepada TribunPalu.com Selasa (5/11/2024) malam.

Menurut Budi, kegiatan Journalist Class ini bukan hanya mempererat hubungan antara OJK dan media, tetapi juga menjadi sarana bagi OJK untuk menyebarkan informasi yang akurat dan kredibel melalui media massa.

Dengan pemahaman yang lebih baik, jurnalis diharapkan mampu memberikan pemberitaan yang berimbang dan edukatif, khususnya terkait peran OJK dalam menjaga stabilitas keuangan.

Pelatihan ini adalah bagian dari program tahunan yang diselenggarakan OJK dengan lokasi yang berbeda setiap tahun.

Tahun ini, wilayah Sulawesi Tengah mendapat kesempatan berharga untuk mengirim perwakilan jurnalis dalam pelatihan berskala regional, yang mencakup kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Kami ingin agar teman-teman jurnalis dari Palu semakin memahami konsep literasi keuangan, sehingga nantinya berita yang mereka sajikan ke publik tidak hanya informatif tetapi juga mendidik. Ini adalah langkah penting agar masyarakat luas dapat lebih paham akan pentingnya inklusi dan perlindungan keuangan,” jelas Budi.

Lebih lanjut, OJK berharap para jurnalis ini dapat berperan aktif sebagai agen edukasi melalui berita yang mereka hasilkan.

Selain sekadar melaporkan peristiwa, jurnalis diharapkan mampu memberikan informasi yang membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen layanan keuangan.

Budi Hamdani menambahkan bahwa OJK Sulteng akan terus mendukung kegiatan pelatihan ini sebagai upaya memperkuat sinergi dengan media.

Ia menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar dan mengedukasi masyarakat tentang dinamika di sektor keuangan.

“Peran jurnalis sangat strategis. Kami di OJK berharap media tidak hanya menjadi saluran informasi tetapi juga mitra edukasi bagi masyarakat. Kami ingin terus berkolaborasi dengan jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat terkait perkembangan sektor jasa keuangan,” tutur Budi.

OJK Sulteng berharap ke depan, pelatihan ini tidak hanya mengasah kemampuan jurnalis dalam memahami regulasi dan isu di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat komitmen mereka dalam menyebarkan berita yang edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (bid/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam