Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Indonesia Dinilai Dermawan dan Solid dalam Hadapi Bencana

Indonesia Dermawan dan Solid dalam Hadapi Bencana
Presiden RI Prabowo Subianto pada pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (2/12)/ Foto: PCO

Jakarta, Paluekspres.com Tahun ini, Indonesia kembali menghadapi runtutan bencana alam yang menimbulkan korban dan kerugian signifikan bagi masyarakat. Dalam periode 1 November hingga 13 Desember 2024 saja, telah terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi di lebih dari 50 wilayah.

Tercatat beberapa bencana yang cukup besar seperti banjir bandang di Sukabumi dan Cianjur, erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Nusa Tenggara Timur dan enam wilayah lain, gempa bumi di 10 wilayah dengan skala rendah dan bencana-bencana lainnya.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden atau Presidential Communication Office (PCO), Adita Irawati mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberi apresiasi atas penanganan bencana, khususnya di Gunung Lewotobi, saat sidang Kabinet Paripurna.

“Hal ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap aksi gerak cepat tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Adita dalam rilis yang diterima Palu Ekspres, Selasa (24/12/2024).

Adita menjelaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian/lembaga terkait, TNI dan POLRI serta pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Perlu menjadi perhatian, tambah Adita.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, telah menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terus terjadi hingga Maret-April 2025 akibat fenomena La Nina lemah yang meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen.

Indonesia Maju Versi Presiden Prabowo

Asta Cita dan Visi Indonesia Maju yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana.

“Ada tiga pesan utama Presiden Prabowo terkait bencana alam dan penanganannya,” terang Adita.

Pertama, Presiden Prabowo menekankan pentingnya “negara hadir”, sigap, gesit dalam merespons bencana alam, memberikan tanggap darurat yang cepat dan tepat.

Presiden mengakui, tenaga terlatih Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Nasional dan Daerah) dan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai first responders telah menunjukkan kapasitas yang unggul.

“Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk merespons bencana sudah terjadi dalam waktu singkat, namun tetap efektif,” kata Adita.

Kedua, Presiden Prabowo ingin pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan seperti gedung, jalan, kantor pemerintahan dan infrastruktur lainnya yang kuat dan tahan bencana penting untuk mengurangi dampak bencana.

“Termasuk penggunaan teknologi. Hadirnya sistem peringatan dini, peta bencana digital buatan BNPB, dan prakiraan juga modifikasi cuaca oleh BMKG, sangat penting memperkaya dan memutakhirkan rencana kontinjensi,” terang Adita.

“Terakhir dan tidak kalah pentingnya, solidaritas dan gotong-royong,” lanjut Adita.

“Dalam situasi bencana masyarakat yang saling membantu akan membuat recovery dan rehabilitasi lebih cepat.”

Gotong royong dalam membersihkan puing-puing, menyediakan tempat penampungan sementara, dan
mendistribusikan bantuan logistik dan dukungan psikososial adalah contoh nyata dari solidaritas yang dapat meringankan beban para korban.

“Visi Indonesia Maju adalah membangun masyarakat yang siap siaga, tangguh, dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk menghadapi bencana alam. Early warning system, dukungan teknologi, harus tetap dikaitkan dengan solidaritas dan gotong royong.”

Dunia Akui Keunggulan Indonesia Dalam Kedermawanan

Dalam hal solidaritas dan gotong royong, Adita mengatakan dunia baru saja mengakui keunggulan Indonesia dalam kedermawanan.

Mengutip Charities Aid Foundation (CAF) dalam publikasi tahunannya, World Giving Index 2024, Indonesia adalah negara paling dermawan di dunia.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Gallup di 140 negara, 90 persen responden di Indonesia pernah membantu orang asing, menyumbangkan uang, menyumbangkan waktu dan memberikan sumbangan kepada orang lain.

“Indonesia once more tops our World Giving Index rankings (Indonesia sekali lagi berada di tingkat
teratas),” kata Neil Heslop, Chief Executive Charities Aid Foundation dalam publikasinya.

Adita Irawati sendiri memuji kedermawanan masyarakat Indonesia dan konsistensinya sebagai negara paling dermawan dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk ketujuh kalinya, tujuh tahun berturut-turut, Indonesia menjadi negara paling dermawan di dunia
sejak 2017,” kata Adita.

Adita mengingatkan modal tersebut sangat penting untuk membantu sesama anggota masyarakat yang saat ini terdampak bencana.

Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju, berdaulat, sejahtera, dan tangguh hadapi bencana,” tutup Adita. (*/pco)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization