Sabtu, 19 September 2026

Lagi, Usai MBG Siswa Selipkan Surat ke Presiden

Lagi, Usai MBG Siswa Selipkan Surat ke Presiden
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi hadir langsung di sana untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG di SDN 7 Subagan dan MTsN Karang Asem, Bali, Jumat (17/1/2025)/ Foto: PCO

Jakarta, PaluEkspres.com“Terimakasih nasi gratisnya pak. Sorry kalau tahu dan sayurnya tidak saya makan, karena saya tidak begitu suka. Besok makanannya yang lebih enak ya pak,” tulis tangan seorang siswa di secarik kertas.

Ada juga kertas lain bertuliskan, “Dari Anak SD 7 Subagan, terima kasih atas makanan gratisnya, semoga besok ada sosis, susu sama sambal.”

Masih ada beberapa sobekan kertas serupa ditemukan terselip di tempat makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 7 Subagan dan MTsN Karang Asem, Bali, Jumat (17/1/2025).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi hadir langsung di sana untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG yang baru berjalan dua pekan ini.

Berbagai masukan ditampungnya sebagai bahan evaluasi, tak terkecuali keinginan langsung dari para siswa. Pemerintah siap menerima semua masukan, sekalipun hanya disampaikan melalui secarik kertas.

“Ya tadi anak-anak ada yang menulis surat, mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden,” ujar Menteri PPPA.

Dalam kesempatan bertemu langsung dengan para siswa di Bali, Menteri PPPA memang menyempatkan diri bertanya langsung tentang menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karangasem.

Terutama masih banyaknya siswa yang tidak menghabiskan makanannya, karena mereka tidak suka makan sayur. Menteri langsung menjelaskan tentang pentingnya gizi lengkap dari menu yang disiapkan dalam Program MBG. Tentu dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, ia menjelaskan kenapa anak-anak harus makan sayur.

“Penting lho makan sayur, karena sayuran itu mengandung zat yang sangat dibutuhkan tubuh kita, supaya nanti sudah besar jadi generasi emas,” katanya.

MBG Dibutuhkan Untuk Menutupi Masalah Malnutrisi Pada Anak Indonesia

Kementerian PPPA bersama Wahana Visi Indonesia pernah melakukan penelitian tentang malnutrisi pada anak-anak Indonesia dalam kurun waktu Desember 2023 hingga Juni 2024.

Dari penelitian yang melibatkan 6.969 anak di 34 provinsi itu, terungkap fakta 44% anak Indonesia tidak makan malam, 32% tidak sarapan sebelum sekolah, dan 18% pernah merasa lapar, karena kehabisan makanan di rumah.

“Hasil penelitian ini menggambarkan betapa dibutuhkannya program MBG untuk membangun kehidupan anak Indonesia. Anak Indonesia yang sehatdan cerdas tentunya akan mengantarkan mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Inilah bentuk cinta Bapak Presiden kepada anak-anak Indonesia,” kata Menteri PPPA.

Ia menekankan Program MBG ini merupakan niatan baik Presiden untuk menyiapkan generasi yang berkualitas untuk menuju Indonesia Emas 2045. Terkait menu sayuran yang belum bisa dinikmati anak-anak, ia minta kepada guru di sekolah dan para orangtua di rumah untuk tidak lalai dalam mengedukasi anak-anak.

“Makanan bergizi tidak harus mahal. Indonesia kaya dengan berbagai bahan makanan yang bergizi,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura mengungkapkan Program MBG di Pulau Dewata kali ini memang cukup banyak mendapati surat kaleng dari siswa.

Sama halnya dengan penyelenggaraan MBG di sejumlah wilayah lain sebelumnya, juga kerap ditemukan ada kertas terselip. Kebanyakan tulisan pesannya adalah ucapan terima kasih. Ada juga yang memesan untuk dibuatkan menu tertentu untuk MBG hari berikutnya.

Seperti pesan dari Kenanga Kelas 5 SDN 7 Subagan yang menulis, “Hai Pak/Buk Makasih makanannya, semoga menu besok dapat roti.”

Lalu ada juga dari Dri asal SD yang sama dengan Kenanga, menulis, ”Terimakasih makanan gratisnya, saya
ingin ditambahkan teh botol.”

Prita mengaku selalu mendokumentasikan setiap pesan tertulis dari anak-anak ini, dengan tujuan sebagai bahan evaluasi program.

“Di banyak tempat yang ditulis macam-macam. Bisa jadi yang kita temukan lagi di Karangasem ini si Liswa meniru yang pernah dilihatnya di berita-berita sebelumnya, tapi tetap saja ini adalah gaya khas terima kasih mereka,” katanya.

Perkara banyak anak-anak yang protes terhadap sayuran sebagai menu, ia memaklumi itu sudah tipikal anak-anak. Namun, jelasnya, sayur dan menu makanan sehat lainnya tetap diberikan, karena memperoleh makanan yang bergizi dan tubuh yang sehat dapat mendukung perkembangan optimal bagi anak.

“Bahkan, ini merupakan bagian dari 10 hak anak yang terdapat dalam Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989. Program MBG ini adalah bentuk konkret negara hadir setiap hari untuk menjamin masa depan anak Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Pemenuhan Makanan Bergizi Berkontribusi Pada Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak

Di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama, pada tahun 2010, menandatangani Undang-undang Anak Sehat dan Bebas Kelaparan. UU ini bertujuan untuk meningkatkan standar gizi minimum untuk Program Makan Siang Sekolah Nasional.

Sebagai tindak lanjut, di tahun 2017, sejumlah peneliti melakukan riset tentang bagaimana kualitas makan siang di sekolah mempengaruhi kinerja akademik siswa.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para peneliti mendapati perbedaan pengaruh dari kualitas makan siang yang disiapkan di rumah dan oleh vendor dengan kualitas menu bervariasi. Didapat temuan pada tahun-tahun ketika sebuah sekolah menjalin kontrak dengan perusahaan makan siang sehat, para siswanya mendapat nilai lebih baik pada ujian akademik akhir tahun.

Pemenuhan makanan bergizi cukup berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan anak melalui kecerdasan, konsentrasi, dan mood yang lebih baik. Anak yang mendapatkan gizi cukup akan memiliki kemampuan belajar yang optimal dan lebih kecil kemungkinan mengalami penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.

Dalam Program MBG, standar gizi mengikuti Angka Kecukupan Gizi (AKG), dimana untuk sekali makan bagi setiap kelompok sasaran persentase nilai gizinya dihitung, yakni 20-25% AKG marian makan pagi dan 30-35% makan siang. Selain itu, prinsip Isi Piringku juga menjadi acuan Program MBG. Prinsip ini digunakan sebagai acuan dalam proporsi penentuan menu sebagai panduan keragaman pangan dan porsi ideal untuk setiap kali makan.

“Konsep Isi Piringku diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014, yang menekankan pentingnya membagi piring dengan porsi yang seimbang antara makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, dan buah,” jelasnya.

Standar MBG mengikuti AKG dan prinsip Isi Piringku ini menjadi perhatian utama bagi setiap SPPG dalam mendapatkan bahan baku dari hasil lokal. Semisal, karena lokasi SDN 7 Subagan dan MTSN Karang Asem berada di dekat pantai, maka disajikan lauk ikan tuna dari hasil tangkapan nelayan setempat. Begitu pula dengan tahu, terong, buah, dan susu, yang merupakan produksi atau hasil kebun
masyarakat di sana.

Mengenai kesiapan SPPG di Bali, tambahnya, harus memenuhi prosedur penyedia makanan bersertifikat halal. Dengan demikian, SPPG atau Dapur MBG Karangasem mampu melayani 18 sekolah, termasuk madrasah.

Sebanyak 2.807 porsi MBG disiapkan setiap harinya oleh 51 anggota SPPG, di antaranya 38 perempuan yang tadinya bekerja di warung dan ibu rumah tangga. (*/pco)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam