Jumat, 28 Agustus 2026
Opini  

Blending

Ilustrasi dibuat dengan AI.

Oleh: Jafar G Bua

Ada sebuah kisah dari Prancis abad ke-19. Seorang pembuat anggur bernama Eugène Mercier ingin menyaingi rumah-rumah sampanye besar. Ia menemukan cara: ‘mengoplos’ anggur dari berbagai kebun, menyatukan yang terbaik dari setiap ladang, lalu menjualnya sebagai produk premium. Itu disebut blending. Sejarah mencatat, ia bukan pemalsu. Ia inovator.

Namun, ada juga cerita lain dari Eropa yang tak seindah itu. Di awal abad ke-20, Italia diguncang skandal minyak zaitun. Para produsen mencampur minyak murni dengan minyak biji kapas, lalu menjualnya sebagai extra virgin olive oil. Itu bukan blending, melainkan pemalsuan. Itu pengoplosan. Para petani kecil merugi, sementara beberapa konglomerat kaya raya dari permainan licik itu.

Dua kisah itu kembali berkelindan ketika berita tentang Pertamina dan bahan bakar blending muncul di Indonesia. Para pakar mengatakan bahwa yang dilakukan para petinggi BUMN itu adalah blending biasa, sesuatu yang lumrah dalam industri perminyakan global. Ada pula yang berpendapat ini tak ubahnya praktik pemalsuan, sebuah rekayasa hitam untuk keuntungan segelintir orang.

Tak ada yang benar-benar hitam atau putih dalam bisnis energi. Sejak revolusi industri, pencampuran bahan bakar telah menjadi praktik yang umum di banyak negara. Di Jerman, kilang minyak sudah lama menggabungkan bahan bakar dengan aditif untuk meningkatkan kualitas. Di Inggris, ada regulasi ketat soal bagaimana bensin boleh dicampur agar tetap sesuai standar keamanan dan emisi. Bahkan di Norwegia, negara yang dikenal ketat dalam urusan lingkungan, ada praktik pencampuran untuk menyesuaikan kualitas bahan bakar dengan kondisi iklim.

Tapi kasus yang terjadi di Indonesia punya nuansa lain. Menurut laporan yang beredar, Pertamina diduga mencampur Pertalite dengan Pertamax dalam skala besar. Logikanya sederhana: membeli Pertalite yang lebih murah, mencampurnya dengan sedikit Pertamax, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Jika ini terjadi tanpa sepengetahuan publik dan tanpa standar yang jelas, ini bukan sekadar praktik blending, melainkan manipulasi pasar.

Dalam industri global, ada batas tipis antara inovasi dan kecurangan. Skandal Enron pada 2001 adalah contoh klasik. Perusahaan energi itu awalnya dipuji sebagai inovator, memperkenalkan metode perdagangan energi yang kompleks. Tapi kemudian terbukti bahwa semua itu hanyalah tipuan akuntansi: mereka menciptakan keuntungan palsu, menyembunyikan utang, dan mengelabui investor. Ketika kebenaran terbongkar, sahamnya hancur, karyawan kehilangan pekerjaan, dan perekonomian AS terguncang.

Apakah skandal Pertamina memiliki pola yang sama? Kita belum tahu. Tapi ada satu hal yang pasti: ketika bisnis dijalankan bukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan untuk keuntungan segelintir orang, maka ada yang harus dikhawatirkan.

Di Italia, ketika skandal minyak zaitun terungkap, pemerintah bertindak. Regulasi diperketat, hukuman diperberat. Kini, ada pengawasan ketat terhadap minyak yang boleh disebut extra virgin. Di Inggris, skandal pencampuran daging kuda dalam produk sapi pada 2013 memicu investigasi besar-besaran. Konsumen tak dibiarkan dalam gelap.

Tapi di Indonesia, reaksi terhadap skandal Pertamina masih samar. Pejabat berdalih ini hanya proses bisnis biasa. Mereka yang bersuara lantang diredam dengan dalih ‘itu adalah praktik lazim’. Dan sementara itu, publik tetap membeli bahan bakar dengan harga yang mereka kira wajar, tanpa tahu apakah yang mereka dapatkan benar-benar sesuai standar.

Mungkin kita harus kembali pada kisah Eugène Mercier. Ia mencampur anggur untuk menciptakan kualitas yang lebih baik, bukan untuk menipu pembeli. Jika pencampuran Pertalite dan Pertamax dilakukan secara transparan, dengan regulasi yang jelas, dan dengan tujuan meningkatkan kualitas bahan bakar bagi masyarakat, mungkin tak ada yang perlu dipersoalkan. Tapi jika ini hanya cara lain untuk mempermainkan harga dan keuntungan, maka ini bukan blending. Ini hanya pengoplosan biasa. ***

*Penulis adalah Tenaga Ahli Anggota DPR RI, alumni Asia Journalism Fellowship (AJF) Singapura, 2019

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global