Sabtu, 8 Agustus 2026

QMB dan HYNC Pelopori Inovasi Transisi Energi di Kawasan IMIP, Terapkan Teknologi Sumber Energi Listrik Alternatif

QMB dan HYNC Pelopori Inovasi Transisi Energi di Kawasan IMIP, Terapkan Teknologi Sumber Energi Listrik Alternatif
PT Dexin Steel Indonesia (DSI) turut dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS). Foto: Media Relations PT IMIP


Morowali, PaluEkspres.com – Beragam inovasi dalam memacu penerapan sumber energi alternatif, sudah dilakukan sejumlah perusahaan yang beraktivitas pada kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Langkah tersebut menjadi upaya menekan dampak negatif dari operasional pembangkit listrik bertenaga fosil, terutama batubara, sebagai fasilitas entitas industri dalam memenuhi kebutuhan energi sendiri (captive power plant).

Diakui, industri mineral kerap dituding menghasilkan dampak buruk terhadap lingkungan. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan target untuk mencapai emisi bersih (net zero emission) pada tahun 2060. Aksi dan respon cepat itu kemudian diperlihatkan pengolah mineral di IMIP, melalui inovasi dalam penyesuaian penerapan transisi energi.

Saat ini ada dua perusahaan aktif mengembangkan langkah hijau yang selaras dengan tren dekarbonisasi global, dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yakni PT QMB New Energy Material dan Huayue Nickel Cobalt (HYNC).

Wakil Deputi Manager PT QMB, Yan Xiadong, mengungkapkan, pihaknya sudah memprakarsai proyek pembangkit listrik kogenerasi (co-generation) sejak tahun 2023 lalu, sebagai bentuk komitmen mendukung keberlanjutan lingkungan dan kawasan perusahaan. Dengan pengembangan perangkat pembangkit listrik itu, QMB memerlihatkan kepedulian, khususnya dalam efisiensi dan mengurangi emisi.

“Ada Profesor Xu Kaihua sebagai penggagas pembangkit listrik kogenerasi ini dan telah meluncurkan proyek tersebut dengan mengintegrasikan pabrik asam sulfat serta turbin generator,” jelas Yan Xiadong, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (26/6/2025).

Prof. Xu Kaihua adalah profesor (Ph.D) pengawas metalurgi, kimia dan ilmu material sekaligus pendiri General Environmental Material (GEM) sejak tahun 2001 dengan konsep “Sumber Daya Terbatas, Daur Ulang tak Terbatas” yang memayungi PT QMB New Energy Materials.

Tak seperti pembangkit listrik konvensional yang sering melepaskan limbah panas, pembangkit listrik kogenerasi memulihkan dan memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai keperluan. Mulai dari pemanasan, pendinginan hingga proses industri. Potensi ini sangat menjanjikan untuk menjadi langkah efisiensi energi lebih maksimal.

Dengan menerapkan pembangkit listrik yang menggabungkan tenaga panas dan listrik, QMB mengklaim telah mencapai efisiensi energi dalam operasional pabriknya hingga 98,4 persen.

Selain itu, teknologi tersebut mampu memangkas hingga 70 persen ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan volume emisi karbon. Ada dua keunggulan power plant co-generation yang tengah bertumbuh di sentra industri.

Kemampuan sistem dual-output yang menghasilkan asam sulfat dan energi, memungkinkan pemulihan panas limbah untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik. Juga uap limbah daur ulang di fasilitas PT QMB saat ini mampu memenuhi 70 persen kebutuhan listrik pabrik. “Kapabilitas ini secara signifikan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan,” jamin Yan Xiadong.

Deret Implementasi Transisi Energi

Langkah hijau dan inovasi QMB juga disambut tenant lain, HYNC. Perusahaan yang memproduksi nikel dan kobalt ini juga mengelola konsumsi listrik pabriknya melalui penemuan co-generation power plant. Energi listrik alternatif diperoleh dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi dari pabrik asam sulfat yang terintegrasi dengan pabrik high pressure acid leach (HPAL).

Direktur External PT HYNC, Stevanus, mengatakan, dari proses hidrometalurgi dalam ekstraksi nikel dan kobalt dari bijih laterit, uap sisa produksi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi 70 persen kebutuhan listrik pabrik secara mandiri.

Selain itu, pabrik juga memanfaatkan air hujan dan sisa limbah untuk menghemat penggunaan air bersih. Pemanfaatannya dilakukan melalui teknologi rainwater harvesting, dengan mengolah air hujan yang mengalir melalui atap pabrik dan area terbuka. Kemudian dirancang agar masuk ke kolam penampungan yang telah dilengkapi filter penyaring partikel kotoran.

Stevanus menguraikan, sistem di pabrik HYNC dirancang dengan closed-loop water system, dengan memproses sebagian besar air limbah dari produksi HPAL digunakan kembali untuk pencucian bijih nikel. Penerapannya di PT QMB mampu menekan air limbah hingga 1,05 juta metrik ton dan mendukung konservasi air tawar.

Upaya tersebut melengkapi strategi lain yang juga tengah dicanangkan sejumlah tenant, seperti rencana pengoperasian pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS) oleh PT Dexin Steel Indonesia (DSI). Proyeksinya, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 65 Megawatt. Instrumen PLTS serupa juga digagas di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) untuk mendukung penyediaan 350 Megawatt kebutuhan daya. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital