Senin, 10 Agustus 2026

Hasan Nasbi Bicara Bahaya DFK, Bisa Hancurkan Bangsa!

Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menghadiri diskusi PCO Goes to Campus bertajuk Literasi Digital dan Tanggung Jawab Intelektual, Sinergi Pemerintah dan Kampus Menangkal DFK di Audiotorium Univevrsitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: PCO)
Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menghadiri diskusi PCO Goes to Campus bertajuk Literasi Digital dan Tanggung Jawab Intelektual, Sinergi Pemerintah dan Kampus Menangkal DFK di Audiotorium Univevrsitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: PCO)

Jakarta, PaluEkspres.com – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menekankan pentingnya literasi digital untuk menangkal Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar fakta, bukan tontonan semata.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi PCO Goes to Campus bertajuk “Literasi Digital dan Tanggung Jawab Intelektual, Sinergi Pemerintah dan Kampus Menangkal DFK di Audiotorium Univevrsitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Menurut Hasan, cara menangkal DFK antara lain melalui sinergi semua pihak untuk bersama-sama skeptis dengan setiap informasi, menguatkan literasi dan menjauhkan emosi, serta membangun kesadaran kritis.

“Pemerintah tidak sanggup kalau hanya menangani ini sendiri. Karena apa? Yang jadi pelaku jumlahnya ratusan juta. Butuh ada masyarakat, kelompok masyarkat yang punya kesadaran yang sama bahwa DFK itu tidak boleh. Bahwa DFK itu menghancurkan bangsa. itu penting,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah mendorong media, kantor-kantor pemerintah, organisasi masyarakat untuk membuat cek fakta. Hasan mengatakan, cek fakta mungkin akan menimbulkan kegaduhan. Sebab bisa jadi pihak yang disebut menyebar hoax akan marah.

“Tapi cek fakta ini harus dilakukan sebanyak mungkin orang, supaya kita bisa menjaga akurasi. Pasti berisik, tapi lama kelamaan kita akan terbiasa,” tegasnya.

Dia mengibaratkan satu berita DFK seperti satu ekor burung/hama pemakan padi atau jagung. “Kalau satu burung saja enggak akan habis padi atau jagung, tetapi kalau DFK-nya banyak, satu rombongan besar burung yang datang ke sawah atau ke ladang jagung, itu hasil kerja keras petani akan habis,” ujar Hasan.

Demikian halnya dengan kebenaran-kebenaran objektif yang selama ini kita pegang, menurut Hasan, fakta-fakta objektif itu akan habis jika dibiarkan DFK merajalela. “Karena ada ratusan juta yang terlibat dalam proses ini”.

Hasan menjelaskan, cek fakta diharapkan bisa menyadarkan publik yang saat ini sering disuguhi beragam informasi yang bersifat tontonan, sehingga batas-batas antara kebenaran dan tontotan menjadi kabur.

”Seorang filsuf dan sosiolog dari Prancis Jean Baudrillard menyebutnya dengan konsep simulakra. Dunia simulasi atau dunia tontonan,” kata Hasan.

Kata Hasan, ada tiga tingkatan simulakra. Tingkat represenrasi; informasi yang masih berhubungan dengan dunia nyata, tingkat distorsi realitas; objek sudah kehilangan transendensi akibat revolusi teknologi, dan tingkat hiper realitas; ketika, tanda, citra, dan simbol tidak lagi menggambarkan realita, bahkan menggantikan realita.

Menyoal upaya menangkal DFK, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefuddin mendukung program PCO melakukan sosialasi ke kampus-kampus tentang literasli digital untuk menangkal DFK.

“Kami menyambut acara PCO Goes to Campus ini. Karena tidak semua informasi itu bermaanfaat. Ada yang hoax, ada yg fake. Literasi digital penting untuk membedakan informasi yang benar dan hoax yang akan membahayakan kita sendiri dan masyarakat. Di sinilah peranan PCO dibutuhkan. PCO sangat penting sebagai first information. Jangan sampai kita terbawa arus informasi yang membuat kita terpecah belah,” kata Asep dalam sambutannya.

Acara ini juga didukung mahasiswa UAI, peserta Goes to Campus. Azzahra Nayla Ramadhani, mahasiswi jurusan komunikasi berharap PCO bisa terus menggelar acara seperti ini di banyak kampus.

“Menurut saya ini bagus karena ada interaksi dengan perwakilan pemerintah. Karena selama ini, banyak pandangan kurang positif dari masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization