Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Cerita Pilu si Janda Cilik yang Terpaksa Menikah Karena Gosip Tetangga

PALU EKSPRES, BOGOR – Trend pernikahan dini ternyata menjadi penyumbang tingginya angka perceraian.
Akibatnya, banyak wanita muda korban perceraian yang kerap digelari janda kecil.

Persoalan ini juga tidak lepas dari peran orang tua. Karena mereka sangat berperan dalam pernikahan dini anaknya.

Bahkan ada sebagian masyarakat yang punya acuan bahwa anak-anak adalah mereka yang berusia di bawah 13 tahun.

Pemahaman yang salah itu tentu harus dilawan. Jangan dibiarkan, lalu pasrah dengan menganggapnya sebagai takdir.

”Kalau bicara kasus pernikahan pada usia anak, banyak yang menyangka usianya 11 atau 13 tahun. Tapi, saat kami sebut usianya 17 tahun, mereka malah marah,” kata Adolescent Officer Unicef Indonesia Anissa Elok Budiyani.

Ditambah lagi dengan pergaulan muda-mudi yang semakin bebas. Adakalanya orang tua mau gampangnya, nikahkan saja anak perempuannya daripada sulit mengawasi.

Kondisi seperti itu membuat semakin banyak anak yang terseret dalam jebakan pernikahan dini. Ironinya dalam kondisi seperti itu, perempuan mendapat posisi yang lebih buruk daripada laki-laki.

Bahkan ada sejumlah orang tua yang memiliki motivasi tujuan dari menikahkan anak perempuannya untuk mengurangi beban hidup, dalam banyak kasus itu tidak tercapai.

Ambil saja contoh DS yang tinggal di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Memiliki suami (K), bukannya dinafkahi, DS malah harus menjadi tulang punggung keluarga.

K (22), sebenarnya hanya kenalan DS yang suatu saat pernah menumpang berteduh karena hujan deras. Dari sana desas-desus mulai muncul bahwa DS menjalin hubungan dengan K hingga hamil di luar nikah.

”Padahal, saya sudah punya pacar orang Kalimantan. Bukan dia,” ucapnya.

DS yang ketika itu masih 16 tahun sebenarnya tak ingin menganggap serius gosip tersebut.

Apalagi, dia saat itu tinggal di Jakarta dan bekerja di warung makan milik tantenya.

Namun, bara malah menjadi api. Sampai-sampai DS dan sang ibu datang ke dokter kandungan untuk mengecek kehamilannya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital