Sabtu, 8 Agustus 2026

Tingkatkan Penanganan K3, IMIP Deklarasi QRC

Tingkatkan Penanganan K3, IMIP Deklarasi QRC
Manajemen PT IMIP bersama para tenant dalam kawasan industri IMIP melakukan foto bersama usai deklarasi program QRC dalam rangka meningkatkan penanganan K3 secara menyeluruh. Foto: Media Relation IMIP

Morowali, PaluEkspres.com – Penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dilakukan dengan menggelar deklarasi Quick Response Center (QRC). Program yang digagas sejak 23 Desember 2025 lalu itu diharapkan membawa perubahan signifikan dalam penanganan kondisi darurat di kawasan industri mineral terintegrasi dan berfasilitas lengkap dari hulu ke hilir tersebut.

Manager Occupational Health and Safety (OHS) PT IMIP, Johny Semuel, menjelaskan, QRC merupakan Gugus Tugas yang bertujuan mengintegrasikan fungsi tanggap darurat pada seluruh tenant di dalam kawasan. Pembentukan QRC menjadi langkah meningkatkan, memperbaiki, dan memperkuat alur koordinasi antarpihak dalam situasi krisis. Melalui program itu, manajemen PT IMIP dapat lebih cepat, efisien dalam penanganan situasi krisis. Penanganan dan pertolongan perlu lebih ditingkatkan dan diutamakan melalui integrasi tanggap darurat secara cepat. PT IMIP juga akan menyediakan infrastruktur pendukung berupa radio komunikasi berteknologi WiFi.

“Perangkat ini nantinya dapat meningkatkan kemudahan komunikasi dan pengiriman informasi antarpihak dalam tim QRC. Sebab penggunaan radio konvensional yang dimiliki OHS memiliki kapasitas terbatas. Dengan begitu, prasarana komunikasi dapat lebih menjangkau kawasan operasional IMIP pada area-area terjauh. Dengan pengembangan saluran komunikasi ini, diharap suplai informasi dan koordinasi dapat lebih berlangsung efektif mendukung penanganan isu krisis,” kata Johny Semuel, Kamis (15/01/2026).

Isu yang akan ditangani QRC mencakup bermacam kejadian krisis secara umum. Untuk menjalankan fungsinya secara terpadu, Gugus Tugas tersebut terbagi dalam berbagai bidang koordinasi, termasuk K3, lingkungan, keamanan, pemadaman kebakaran, legal, media, Humas, dan CSR yang melibatkan pemangku kebijakan dalam departemen-departemen di PT IMIP. Dengan adanya QRC, diharapkan semua pihak akan memiliki kesadaran bersama melakukan sesuai tugas pokok serta fungsi masing-masing.

“Melalui QRC ini, kami akan selalu mengupdate perkembangan investigasi. Kami tidak mencari siapa yang salah, tetapi mengetahui penyebab dasar agar kecelakaan tidak terulang. Selanjutnya kami juga mengamankan area kejadian kecelakaan, evakuasi korban, mengumpulkan fakta, data, termasuk saksi langsung dan tidak langsung,” sambung Johny Semuel.

Ia memaparkan, ada tiga level penanganan krisis dalam kawasan IMIP. Tahap pertama hanya melibatkan internal tenant bersangkutan di tempat kejadian, level dua melibatkan banyak perusahaan dalam penanganan insiden. Level ketiga, kasus insiden skala besar hingga melebar ke luar kawasan IMIP melibatkan penanganan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.

“Jika ada insiden atau kejadian dalam kawasan IMIP maka respon cepat berbagai pihak dengan melakukan sesuai tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya sekadar mitigasi penanganan krisis, tetapi juga ada program pencegahan sejak dini supaya tidak menimbulkan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan (preparedness). Kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi insiden melalui pengorganisasian dan langkah yang tepat dan berdaya guna,” tegas Johny Semuel.

Ia meyakini, kolaborasi penanganan secara cepat dapat mengurangi dampak yang timbul nantinya. Perubahan yang diharapkan dengan program QRC ini, masing-masing sudah memiliki peran, sehingga tidak mesti dikoordinasikan atau diperintahkan lagi. JIka terjadi kondisi gawat darurat, maka mekanisme aktivasi QRC dilakukan dengan terstruktur dan rapi, koordinasi respon lintas perusahaan menjadi satu pintu. “Kita punya estate regulasi sebagai pedoman bersama dalam langkah partisipasi aktif penanganan krisis. Program tersebut juga akan intens disosialisasikan ke tiap tenant agar semua lebih terorganisir dengan baik,” kata Johny Semuel. Diketahui, IMIP terus berkomitmen penuh secara terus-menerus merevitalisasi dan meningkatkan sistem K3 di dalam kawasannya. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital